Badan Geologi Identifikasi Potensi Penyimpanan Karbon 1.225 Giga Ton di Pulau Jawa
BANDUNG, investortrust.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil mengidentifikasi potensi penyimpanan karbon sebesar 1.225 giga ton, yang berada di Pulau Jawa.
Identifikasi ini dilakukan sebagai bagian dari program Carbon Capture Storage (CCS) yang sedang digalakkan pemerintah.
Kepala Pusat Survei Geologi, Edy Slameto menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Migas, dalam hal ini Lemigas, dalam upaya penelitian cekungan migas.
Baca Juga
Sekjen ESDM Nilai Persaingan Baterai NMC dan LFP Bagus untuk Industri
Tercapai kesepakatan bahwa Ditjen Migas mengerjakan cekungan-cekungan yang berproduksi, sedangkan Badan Geologi mengerjakan cekungan-cekungan yang belum berproduksi.
“Yang dapat kami laporkan, di tahun 2023 kemarin kami di Badan Geologi ini melakukan kegiatan penyelidikan sumber daya CO2 storage ini di cekungan-cekungan sedimen. Kami memulai di Pulau Jawa,” kata Edy Slameto dalam Konferensi Pers Penyelidikan Sumber Daya Geologi CCS, Jumat (1/3/2024).
Edy mengungkapkan bahwa di Pulau Jawa masih terdapat banyak cekungan-cekungan yang statusnya masih berupa cekungan discovery, cekungan prospective, maupun cekungan unexplore, khususnya di Jawa bagian Selatan.
“Tim kami sudah melakukan penyuntikkan hingga pada kegiatan pengambilan sampel dan analisis di laboratorium terkait dengan porositas dan lain sebagainya, dan itu menghasilkan perhitungan sementara dengan potensi CO2 sebesar 1.225 giga ton,” papar dia.
Baca Juga
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Pertamina Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba
Lebih lanjut Edy merincikan, di cekungan Jawa Timur kira-kira memiliki kedalaman kurang lebih 5 km dengan ketebalan reservoir yang diidentifikasi sebagai saline aquifer mencapai 1,2 km, dan sumber daya geologi teoritis yang berhasil dihitung untuk sementara ini sebesar 392 giga ton.
Kemudian, di cekungan Jawa Tengah Selatan terdapat cekungan yang memiliki ketebalan cekungan sedimen kurang lebih 5 km, dengan ketebalan reservoir saline aquifer rata-rata 1 km, dan sumber daya geologi teoritis sebesar 69 giga ton.
Lalu yang ketiga, di Cekungan Banyumas memiliki ketebalan cekungan sedimen kurang lebih 6 km, dengan ketebalan reservoir saline aquifer mencapai 1,6 km, dan sumber daya geologi teoritis sebesar 209 giga ton.
Selanjutnya, di Cekungan Jawa Barat Selatan dengan ketebalan reservoir saline aquifer mencapai 1 km dan sumber daya geologi teoritis sebesar 190 giga ton. Dan terakhir di Cekungan Bogor memiliki sumber daya geologi teoritis sebesar 365 giga ton.
“Jadi total secara umum dapat kami laporkan bahwa dari lima cekungan tersebut, di luar cekungan produksi yang ada di Pulau Jawa tahun lalu itu berhasil kami identifikasi potensi storage-nya sebesar 1.225 giga ton,” sebut Edy Slameto.

