Isuzu Fokus Jaga Loyalitas Pelanggan di Tengah Lesunya Pasar LCV
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Astra Isuzu menegaskan komitmennya untuk mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah tekanan pasar kendaraan niaga ringan (Light Commercial Vehicle/LCV) yang melambat sepanjang 2025. Chief Executive Astra Isuzu, Yohanes Pratama, menyebut penurunan pasar LCV secara nasional mencapai 8% – 10% pada semester I tahun ini.
“Kalau bicara sektor komersial, memang kita mengalami penurunan yang cukup besar ya. Tapi kami tetap berusaha menjaga performa bisnis melalui pelayanan terbaik kepada pelanggan,” kata Yohanes saat ditemui di GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (25/7/2025).
Dalam menghadapi situasi ini, Isuzu terus memperkuat layanan purnajual dan dukungan armada operasional untuk menjangkau pelanggan secara langsung. Menurut Yohanes, pendekatan 'jemput bola' menjadi strategi jangka pendek yang penting untuk mempertahankan populasi kendaraan Isuzu di pasar.
“Kita berusaha menjaga semua servis yang kita perlukan, agar kendaraan pelanggan tetap terawat dan operasional tidak terganggu. Kendaraan support ini bisa memberikan kontribusi yang cukup baik untuk pelanggan,” ujarnya.
Baca Juga
Produksi Setop di 2021, Suku Cadang Panther Masih Sumbang 30% Bisnis 'Aftersales' Isuzu
Astra Isuzu juga mengandalkan kehadiran model andalannya, seperti Isuzu mu-X dan Isuzu D-Max, di ajang GIIAS 2025 untuk menjaga eksistensi merek di segmen kendaraan niaga dan fleet. Kedua model tersebut tetap menjadi tulang punggung Isuzu dalam menjangkau kebutuhan konsumen di proyek-proyek strategis dan sektor komersial lainnya.
“Tahun ini kami berharap masih bisa tumbuh tipis 1–2 persen. Tentu ini sangat bergantung pada performa produk kami, termasuk model baru yang kami hadirkan di GIIAS,” ujar Yohanes optimistis.
Meski tren elektrifikasi mulai masuk ke segmen kendaraan niaga, Isuzu menyatakan masih mempelajari kebutuhan pasar dan kesiapan infrastrukturnya. Yohanes menyebut adopsi kendaraan listrik untuk segmen LCV saat ini belum menjadi prioritas utama, khususnya untuk model seperti D-Max dan mu-X.
“Kami pelajari bahwa pada suatu saat memang Indonesia akan membutuhkan LCV listrik. Tapi untuk jangka pendek, rasanya masih belum bisa kami hadirkan, karena perlu kajian lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Operation Support and Development Division Head Astra Isuzu, Heri Wasesa, menyebut pasar LCV Indonesia sangat terkait dengan sektor komoditas. Oleh karena itu, strategi perusahaan harus adaptif dan empatik terhadap kondisi pelanggan di lapangan.
“Di tengah situasi sulit, kami hadir langsung ke kantong-kantong pelanggan lewat, terutama di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Kami bawa layanan, promo, dan dukungan teknis langsung ke lokasi pelanggan yang selama ini belum terjangkau,” jelas Heri.
Isuzu berharap langkah-langkah ini bisa menjaga keterikatan dengan pelanggan, sekaligus menjaga stabilitas pasar kendaraan niaga ringan di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
