IISIA Minta Pemerintah Negosiasi Tarif Impor Besi Baja RI ke AS Turun dari 50%
JAKARTA, investortrust.id – Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) mengusulkan kepada pemerintah untuk membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat untuk penurunan tarif impor produk besi dan baja asal Indonesia yang kini mencapai 50%.
Direktur Eksekutif IISIA Harry Warganegara menyampaikan permintaan tersebut langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sebuah agenda sosialisasi terkait kebijakan tarif impor AS. Menurutnya, jika ada kesempatan untuk negosiasi berikutnya, besi dan baja perlu dimasukkan sebagai komoditas yang tarifnya perlu dikurangi.
Baca Juga
"Saya juga sudah menyampaikan, minta tolong kalau ada kesempatan negosiasi berikutnya, besi dan baja bisa dimasukkan," ujar Harry usai acara Media Luncheon IESR di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Jika negosiasi berhasil dilakukan, dia berharap, tarif impor oleh AS bisa ditekan menjadi sekitar 25%, sejalan dengan tarif yang kini diberlakukan Inggris terhadap produk serupa dari Indonesia.
Baca Juga
Industri Kimia dan Baja Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi, Perlu Proteksi dan Roadmap Jangka Panjang
Walau ekspor besi dan baja ke AS saat ini masih tergolong kecil, hanya sekitar 70.000–80.000 ton per tahun, Harry menilai, potensi pasar di AS tetap strategis. Penurunan tarif bisa membuka peluang ekspansi pasar dan meningkatkan daya saing produk baja Indonesia di pasar global.
"Kalau kita bisa masuk ke pasar Amerika lebih besar, tentu ini akan menambah peluang ekspor kita. Memang yang sekarang besar ke AS adalah tekstil, tapi kalau tarif besi baja bisa diturunkan, kita bisa ikut ambil bagian," terangnya.

