Rupiah Pagi Ini Melemah, Drama Trump dan The Fed Jadi Biang Kerok
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,09% ke level 98,4 pada Kamis (17/7/2025) pagi. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah tertekan hingga melemah 43 poin (0,26%) ke level Rp 16.330 per dolar AS.
Sementara yield US Treasury 10 tahun turun 2,6 bps menjadi 4,46% (-11,4 bps ytd) karena para pedagang mencerna pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa ia tidak berencana melakukan apa pun untuk mencopot Ketua Fed Jerome Powell.
Baca Juga
Adapun, Beige Book Fed melaporkan bahwa ketidakpastian tetap tinggi yang mendorong pelaku bisnis untuk tetap berhati-hati.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, dari sisi data, harga produsen AS stagnan pada Juni, setelah direvisi naik sebesar 0,3% pada Mei. Inflasi grosir tahunan turun menjadi 2,3%, terendah sejak September.
Sebelumnya, tingkat inflasi tahunan meningkat menjadi 2,7% pada Juni, naik dari 2,4% pada Mei, sesuai dengan perkiraan. Indeks harga konsumen (IHK) bulanan naik 0,3%, kenaikan terbesar dalam 5 bulan, sesuai perkiraan. Inflasi inti naik menjadi 2,9% per tahun, sedikit di bawah perkiraan 3%, dan IHK inti bulanan naik 0,2%, lebih rendah dari prediksi 0,3%.
"Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan peluang penurunan suku bunga bulan ini hanya sedikit, tetapi penurunan sebesar 25 bps pada September kemungkinan besar terjadi," kata Andry, Kamis (17/7/2025).
Baca Juga
Ada Kesepakatan Baru Tarif Dagang AS - RI dan BI Pangkas Suku Bunga, Begini Nasib Rupiah
Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan inflasi mungkin naik musim panas ini karena tarif, yang mengindikasikan bahwa pemotongan suku bunga mungkin tertunda.
"Pasar masih memperkirakan tidak ada perubahan pada pertemuan The Fed mendatang dalam dua minggu, tetapi probabilitas penurunan suku bunga pada bulan September sekarang berada tepat di atas 50%," kata Andry.

