Investasi Industri Makanan Minuman Capai Rp 22,63 Triliun hingga Kuartal I-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) proaktif mengakselerasi pengembangan industri makanan dan minuman (mamin) dalam negeri, yang terbukti menjadi salah satu sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan, investasi yang dihasilkan pada industri makanan minuman hingga Triwulan I tahun 2025 telah mencapai Rp 22, 63 triliun.
“Investasi di sektor ini juga semakin diminati. Pada Triwulan I 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp 22,63 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor yang semakin tinggi terhadap potensi industri makanan dan minuman Indonesia,” ucapnya pada keterangan tertulis, Jumat (4/7/2025).
Baca Juga
'Food Waste' 48 Juta Ton, Ini Jurus Perangi Sisa Makanan demi Ketahanan Pangan
Dari sisi perdagangan luar negeri, industri mamin juga berhasil mempertahankan surplus neraca dagang sebesar US$ 8,67 miliar, dengan nilai ekspor mencapai US$ 11,78 miliar sepanjang Januari–Februari 2025.
Oleh sebab itu, politikus Partai Kebangkian Bangsa (PKB) ini menilai, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan industri mamin berkat keragaman sumber daya hayati.
“Sumber daya tersebut dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi dengan orientasi ekspor,” imbuh Wamenperin Faisol.
Adapun sejumlah subsektor industri mamin yang mencatatkan kinerja gemilang, di antaranya, industri pengolahan kakao/cokelat yang saat ini menempatkan Indonesia sebagai produsen produk olahan kakao terbesar ke-4 di dunia dengan nilai ekspor lebih dari US$ 2,4 miliar dan volume ekspor 304 ribu ton pada tahun 2024.

