Kementerian PU Bidik Proyek DI Jambo Aye Rampung 2029 untuk Dukung Swasembada Pangan
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan, proyek Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Provinsi Aceh akan diselesaikan secara bertahap hingga 2029 mendatang untuk mendukung swasembada pangan. Hal ini seiring rampungnya pembangunan Bendungan Keureuto.
“Rencananya secara bertahap diselesaikan 2029, tetapi masih ada beberapa permasalahan pembebasan tanah,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Lilik Retno Cahyadiningsih saat dihubungi investortrust.id, Rabu (25/6/2025).
Pada kesempatan lain, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya akan meningkatkan layanan jaringan irigasi di Aceh untuk mendukung swasembada pangan. “Kami juga sudah menyelesaikan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara dan saat ini menyelesaikan Daerah Irigasi Jambo Aye,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (25/6/2025).
Bendungan Keureuto terletak di Kabupaten Aceh Utara dan telah selesai pada 2024. Bendungan ini memiliki tipe urukan random zonal inti tegak dengan kapasitas tampung 215 juta meter kubik (m3) dan luas tampungan 896 hektare (ha), serta berlokasi di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Baca Juga
Gandeng AIIB untuk Revitalisasi Irigasi, Kementerian PU Dapat Pinjaman Rp 4,1 Triliun
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Heru Setiawan menambahkan, saat ini progres pembangunan DI Jambo Aye Kiri (Langkahan) sudah selesai 100% dengan luas layanan 19.473 ha. Sementara DI Jambo Aye Kanan memiliki luas layanan 3.028 ha. “Luas layanan intake (DI Jambo Aye) Kanan 3.028 ha, yang saat ini progres pembangunan mencapai 41%,” tambahnya.
Adapun DI Jambo Aye Kanan mempunyai total panjang saluran primer 39 km dan saluran sekunder 23 km dengan penerima manfaat, meliputi Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur.
Baca Juga
Jika Sistem Irigasi Rampung, Kementan Berani Patok Produksi Beras 5 Juta Ton
Dengan adanya DI Jambo Aye, lanjut Heru, Indeks Pertanaman (IP) total akan meningkat dari 200% menjadi 233% dan IP padi 100% menjadi 115%. “Penambahan luas tanam 1001 ha serta produksi padi rata-rata 6,3 ton GKP (baga kering panen) per ha dan penambahan produksi padi 11,011 ton GKP per tahun,” jelasnya.
