Kementerian PU Bangun Irigasi 107,79 Km di Bali Dukung Swasembada Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 107,79 kilometer (km) di Provinsi Bali guna menggenjot Asta Cita Swasembada Pangan.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan, program ini adalah bagian pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
Baca Juga
Bangun Jaringan Irigasi di Merauke, Waskita Raih Kontrak Baru Rp 529,2 Miliar
"Penanganan dilakukan di delapan kabupaten, yakni Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan untuk meningkatkan keandalan layanan air bagi lahan pertanian," kata Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (23/4/2/2026).
Pada paket 1, Kementerian PU melakukan rehabilitasi dan peningkatan pada 58 daerah irigasi (DI) dengan total panjang 69,27 km yang melayani area seluas 3.088 hektare (ha). Sementara itu, paket 2 mencakup penanganan 10 DI sepanjang 10 km, serta lanjutan rehabilitasi jaringan dan saluran tersier di 42 DI sepanjang 28,52 km.
"Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah," tambah Dody.
Baca Juga
Bangun Jaringan Irigasi 589 Ribu Hektare pada 2025, PU Targetkan 750 Ribu Hektare di 2026
Menurut Dody, dampak program ini mulai terlihat di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Jembrana, peningkatan jaringan irigasi mendorong kenaikan indeks pertanaman dari 150 menjadi 200. Di Kabupaten Buleleng, perbaikan jaringan irigasi dan pembangunan jaringan tersier meningkatkan frekuensi tanam hingga dua kali lipat, dengan indeks pertanaman dari 100 menjadi 200.
Adapun pelaksanaan program dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. "Penguatan jaringan irigasi ini memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani, termasuk pada musim kemarau, serta mendukung peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani," ujar Dody.
Dody menyebut, pengembangan infrastruktur daerah irigasi itu tetap selaras dengan sistem Subak sebagai kearifan lokal dalam pengelolaan air di Bali.

