SKK Migas: 40 Investor Baru Minati Indonesia Bidik 64 Cekuangan
JAKARTA, Investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan, terdapat lebih 40 investor baru yang tertarik untuk menanamkan modalnya ke Indonesia untuk memanfaatkan 50% cekungan yang belum dieksplorasi atau 64 cekuangan dari total 128 cekungan migas di Tanah Air.
“Saat ini, sudah lebih dari 40 investor potensial, wajah-wajah baru yang sudah melirik Indonesia,” ucap Kepala Divisi Prospektivitas Migas & Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas Asnidar di Jakarta, Kamis (24/4/2025) dilansir Antara.
Baca Juga
Prabowo Pimpin Rapat Bahas Komoditas Migas untuk Alat Negosiasi Tarif Trump
Asnidar mengatakan, SKK Migas berusaha memanfaatkan momentum tersebut dalam menggenjot industri hulu migas sehingga Indonesia masuk ke peta minyak dan gas bumi (migas) global. Terlebih, Indonesia memiliki 128 cekungan yang berpotensi mengandung migas.
Saat ini, imbuh dia, hanya 20 cekungan yang sudah berproduksi dan 27 cekungan berada pada tahap discovery atau penemuan. “Kalau jumlah secara angka, 20 dan 27, berarti 47 cekungan dari 128 cekungan, hanya 37%. Dalam 1 dekade, angka tersebut tidak berubah. Belum berubah,” ucapnya.
Asnidar melihat para investor baru tersebut dapat menggenjot aktivitas hulu migas dengan memanfaatkan 50% cekungan yang belum dieksplorasi atau sekitar 64 cekuangan. Selain berupaya menarik investor baru, SKK MIgas berupaya mempertahankan investor yang saat ini sudah beraktivitas di Tanah Air. Terdapat lima besar investor yang menuai perhatian SKK Migas, seperti Petronas, Pertamina, BP, Exxon, dan Eni.
“Indonesia yang selama ini disampaikan sunset (migas) dan lain-lain, dengan adanya momentum ini, kami ingin masuk lagi ke peta migas global. Inilah momentum yang ingin kami kejar,” ucap Asnidar.
Baca Juga
Perang Dagang Bergejolak, Bahlil Fokus Lifting Migas dan Hilirisasi
Tantangannya, ujar dia, terkait upaya pemangku kepentingan hulu migas, termasuk pemerintah agar menggerakkan angka-angka tersebut. Utamanya, untuk menambah jumlah cekungan yang berproduksi.
Asnidar menyoroti Lapangan Abadi di Wilayah Kerja (WK) Masela yang produksinya sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh pelaku industri hulu migas. “Harapannya, dari angka 27 (discovery), dapat bergerak 1 ke angka 20, sehingga nanti akan tambah jadi 21 cekungan produksi,” kata Asnidar.
Investasi di sektor hulu migas Indonesia menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mencapai swasembada energi dan memperkuat ketahanan energi nasional. Berbagai upaya dilakukan guna menarik minat investor, termasuk penyederhanaan regulasi, pemberian insentif, dan pembentukan satuan tugas khusus.

