Hingga Juni 2023 Otorita IKN Terima 256 Letter Of Intent dari 19 Negara
KAZAHKSTAN, investortrust.id - Sampai dengan 28 Juni 2023, menurut Bambang, ada 256 Letter of Intent (LoI) yang diterima OIKN di berbagai sektor. Minat investasi ini datang dari19 negara. Adapun 5 negara teratas yang berminat berinvestasi di IKN meliputi Jepang, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, dan China.
“Nilai investasi lima negara ini ditaksir sekitar 50% dari total rencana investasi perusahaan asing yang masuk,” ujar Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono saat menghadiri Forum Investasi bertema “Investing in Indonesia’s Future Capital: Smart and Sustainable Forest City Nusantara” di Astana, Kazakhstan, Selasa (4/7/2023).
Hadir pada forum yang sama, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Agung Wicaksono menjelaskan, ada 12 sektor penting yang jadi peluang investasi di IKN. Dari jumlah itu, 6 di antaranya menjadi sektor prioritas.
Enam sektor ini fokus pada investasi jangka pendek, yakni sektor energi terbarukan, telekomunikasi, transportasi, perumahan, pengolahan air, dan pengolahan limbah. Sektor-sektor ini akan menjadi infrastruktur dasar pembangunan hingga tahun 2024.
Agung Wicaksono menjelaskan, ada 12 sektor penting investasi di Indonesia. Dari jumlah itu, 6 di antaranya menjadi sektor prioritas. Enam sektor ini fokus pada investasi jangka pendek, yakni sektor energi terbarukan, telekomunikasi, transportasi, perumahan, pengolahan air, dan pengolahan limbah. Sektor-sektor ini akan menjadi infrastruktur dasar pembangunan hingga tahun 2024.
Sedangkan 6 lainnya adalah sektor prioritas tinggi yang berfokus pada investasi jangka panjang. Keenam sector mencakup kota praja (township), teknologi, fasilitas kesehatan, infrastruktur komersial, fasilitas pendidikan, dan kawasan industri.
“Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 300 proyek investasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan,” ujar Agung melalui rilis yang dibagikan Kementerian Komnikasi dan Informasi. Khusus kawasan perumahan, tersedia 130 proyek investasi. Proyek-proyek ini mencakup area komersial, pusat perbelanjaan, pendidikan, transportasi, kesehatan, dan lainnya.
Sektor-sektor prioritas di IKN, menurut Agung Susantono, dapat menjadi proyek strategis bernilai tinggi. Proyek-proyek ini mengedepankan pembangunan keberlanjutan. “Setiap sektor dianalisis sesuai dengan kebutuhan pendanaan, mekanisme pendanaan yang akan digunakan, dan legalitas yang menaungi,” lanjut Bambang.
Sejauh ini sektor perumahan mempunyai peluang investasi yang paling signifikan. Sektor ini diestimasi menelan dana investasi dalam rentang rentang US$ 0,67-1,09 miliar.
Karena besarnua nilai investasi yang dibutuhkan, skema pendanaan yang digunakan adalah PPP atau Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dipercaya menjadi penanggung jawab pelaksanaan skema tersebut.

