Bangun IKN, Otorita IKN Sebut APBN dan Nilai Investasi Swasta Masih Imbang
JAKARTA, investortrust.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebut nilai Anggaran Belanja Negara (APBN) yang mengucur untuk pembangunan IKN mencapai Rp 35 triliun dalam kurun waktu 2022 – 2023.
OIKN tidak hanya mengadalkan dana APBN tapi juga mengundang partisipasi swasta untuk berinvestasi di IKN.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono menyebut, saat ini anggaran pembiayaan pembangunan dari investasi dan APBN nilainya sama besar.
“APBN kalau dalam catatan kami 2022, 2023 ini sudah Rp 35 triliun. Investasi yang komitmen, yang sudah ground breaking juga Rp 35 triliun. Setara,” kata Agung Wicaksono di Hotel Grand Hyatt, Jakarta (1/12/2023).
Baca Juga
Butuh Investasi Rp 488 Triliun, Insentif dan Kemudahan Menanti Calon Investor IKN
Pemerintah sejatinya mengestimasikan untuk pembangunan fisik IKN membutuhkan pembiayaan antara Rp 466 – Rp 488 triliun. Adapun mengenai proporsi pembiayaan, alokasi dari APBN sekitar 20%, dan sisanya diharapkan datang dari sektor swasta dan sumber-sumber pembiayaan lainnya.
Maka dari itu, Agung mengatakan proyek pembangunan IKN ini merupakan kolaborasi antara pemerintah dengan swasta untuk mewujudkan visi Ibu Kota Nusantara 2045.
“Bahkan targetnya dalam beberapa minggu ke depan mudah-mudahan bisa ada ground breaking lagi dari beberapa perusahaan, beberapa investor, untuk mencapai target lebih tinggi lagi,” sebut Agung.
Baca Juga
Pemerintah Setujui Pembentukan 3 KEK Baru, Nilai Investasinya Ratusan Triliun
Lebih lanjut Agung mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sejatinya menargetkan nilai investasi sebesar Rp 45 triliun pada tahun 2023 ini untuk pembangunan IKN. Itulah mengapa pemerintah menyiapkan insentif menarik untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di IKN.
Disebutkan oleh Agung, para investor yang sudah menunjukkan komitmennya terhadap IKN bukan hanya berasal dari domestik. Namun, investor asing juga sudah masuk dan bekerja sama dengan investor domestik.
“Misalkan Pakuwon itu sama Marriott. Hotelnya hotel Marriott, internasional. Ada Marriott, ada Westin, ada Four Seasons. Atau misalkan ground breaking yang BUMN, PLN bangun solar panel ada mitranya dari Singapura. Sembcorp kalau gak salah, yang punya solar panel terapung di Singapura,” paparnya. (CR-8)

