Otorita IKN Undang Investor Kazahkstan Bangun Kota Cerdas dan Berkelanjutan
KAZAHKSTAN, investortrust.id–.Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengundang investor asal Kazakhstan untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia membuka berbagai peluang untuk para investor luar negeri untuk berpartisipasi dalam investasi berkelanjutan di IKN.
“Otorita menyambut kontribusi dalam berbagai bentuk investasi langsung dan public-private partnership (PPP). Kami juga terbuka untuk mengeksplorasi berbagai jenis pembiayaan kreatif, seperti blended financing dan mekanisme crowd funding,” ujar Bambang saat berbicara dalam Forum Investasi bertema “Investing in Indonesia’s Future Capital: Smart and Sustainable Forest City Nusantara” di Astana, Kazakhstan, Selasa (4/7/2023).
Forum investasi ini dibuka Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Kazakhstan Fadjroel Rachman. Ikut hadir sebagai pembicara, Deputi Bidang Tranformasi Hijau dan Digital Prof. Mohammed Ali Berawi dan Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Agung Wicaksono. Melalui forum ini, Fadjroel berharap, kerja sama bilateral Indonesia (Nusantara) dengan Kazakhstan (Astana) dapat berjalan baik.
Kepada investor Kazahkztan Bambang menyatakan, pemerintah Indonesia terus membuka berbagai peluang untuk para investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN. “Otorita menyambut kontribusi dalam berbagai bentuk investasi langsung dan public-private partnership (PPP). Kami juga terbuka untuk mengeksplorasi berbagai jenis pembiayaan kreatif, seperti blended financing dan mekanisme crowd funding,” lanjut Bambang.
Untuk menarik minat investor, menurut Bambang Susantono, pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentifmeliputi tax holiday, skema tax deduction, dan lain-lain. “Saya dapat meyakinkan Anda bahwa ini adalah insentif terbaik di Indonesia,” ujar Bambang di hadapan para investor.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otoritas IKN, Agung Wicaksono menambahkan, para investor di Nusantara berkesempatan mendapatkan insentif pajak yang kompetitif. Misalnya tax holiday dengan batas minimum Rp 10 miliar dan tenggat maksimum selama 30 tahun.
Bandingkan dengan investasi di luar Nusantara yang berlaku batas minimum untuk fasilitas tax holidaysebesar Rp 100 miliar dengan tenggat maksimum hanya 20 tahun. Tentunya insentif semacam ini berlaku untuk hal lain seperti, super deduction vocation, super deduction R&D, super deduction donation, pajak penghasilan 0 persen bagi UMKM, PPh 21 yang ditanggung pemerintah, VAT dan pajak penjualan untuk barang mewah, fasilitas kemudahan biaya kepabeanan selama 4-6 tahun.
“Ini semua menjadi lebih menarik (berinvestasi) di Nusantara dibandingkan dengan sektor lain di Indonesia. Ini merupakan sikap bagaimana pemerintah Indonesia benar-benar menunjukkan bahwa kami mengajak investor berpartisipasi untuk ikut memiliki Nusantara,” jelas Agung Wicaksono.
Kepada para calon investor Kepala Otoritas IKN menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara mengedepankan konsep kota hutan yang cerdas dan berkelanjutan.Strategi inti pengembangan Nusantara difokuskan untuk menjadikannya sebagai kota hutan yang cerdas dan berkelanjutan, yang akan menjadi kota pertama dengan konsep seperti itu (sustainable forest city) di dunia.
Saat ini pemerintah Indonesia sedang dalam proses memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Ibukota Nusantara di Kalimantan Timur. Total luas Nusantara lebih dari 256.000 hektar atau empat kali lebih besar dari Jakarta, dan tiga setengah kali lebih besar dari Astana, Kazahkstan.

