Anak Usaha ID Food Capai Perdamaian dengan Kreditur di Proses PKPU
JAKARTA, Investortrust.id - PT Rajawali Nusindo, anak perusahaan Holding Pangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ID FOOD, telah mencapai kesepakatan perdamaian dengan para krediturnya dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Perdamaian tersebut disepakati oleh 96,53 persen dari jumlah kreditur konkuren dan 83,33 persen dari jumlah kreditur bank pemegang hak agunan dan telah resmi disahkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis pekan lalu (17/4/2025).
"Kesepakatan ini mencakup utang senilai sekitar Rp3 triliun yang telah mengganggu kelancaran operasional perusahaan," kata penasihat hukum PT Rajawali Nusindo, Triangga Kamal dalam keterangan tertulis yang dikutip Antara, Selasa (22/4/2025).
Dalam proses PKPU yang berlangsung cukup intensif, PT Rajawali Nusindo didampingi oleh Kantor Hukum Kyora sebagai kuasa hukum dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai konsultan keuangan.
Triangga berharap keberhasilan mencapai perdamaian tersebut akan memberikan solusi finansial yang berkelanjutan bagi Perusahaan.
Baca Juga
Ia pun menyatakan sangat bersyukur atas tercapainya perdamaian karena hal itu dinilai sebagai langkah besar dalam pemulihan perusahaan serta merupakan langkah strategis untuk mengembalikan stabilitas keuangan kliennya.
Dalam kesepakatan yang telah dicapai, para kreditur dan PT Rajawali Nusindo setuju untuk melakukan restrukturisasi utang dengan memberikan penundaan pembayaran serta beberapa keringanan lainnya yang menguntungkan kedua belah pihak.
Langkah tersebut, kata dia, memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperbaiki posisi finansial dan meningkatkan kinerja operasional pada masa mendatang.
"Proses PKPU yang dihadapi oleh PT Rajawali Nusindo merupakan salah satu kesempatan dalam restrukturisasi besar-besaran yang digunakan untuk memulihkan kondisi perusahaan," ungkap Triangga.
Dengan demikian, PT Rajawali Nusindo berharap dapat segera melanjutkan ekspansi dan inovasi bisnis, serta menjalin kemitraan yang lebih strategis dengan para mitra usaha di masa depan.

