Rampungkan Proses PKPU, VIVA dan MDIA Perkuat Lini Bisnis Digital
JAKARTA, investortrust.id - Usai merampungkan proses PKPU pada awal November lalu, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menyatakan bahwa struktur permodalan Perseroan menjadi jauh lebih baik.
Sebagai catatan, VIVA, MDIA, ANTV dan tvOne telah mencapai kesepakatan restrukturisasi utang melalui Proses PKPU No.13/Pdt.Sus PKPU/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst yang telah dihomologasi pada tanggal 8 November 2024.
“Di era disrupsi digital, kami akan fokus pada konsolidasi bisnis FTA (free-to-air) dan penguatan bisnis digital untuk dapat menjawab dan melayani perubahan pola masyarakat dalam mengonsumsi konten, dari product centric menjadi consumer centric,” usai Direktur MDIA Arhya Winastu Satyagraha pada Public Expose VIVA dan MDIA di Bakrie Tower Lantai 36, Jakarta (23/12/2024).
VIVA Group melalui tvOne, ANTV, dan One Media Digital (OMD) yang menaungi viva.co.id, tvonenews.com dan digital arms VIVA lainnya memperkuat memperkuat bisnis digitalnya yang ditargetkan menjadi sumber pemasukan tambahan di samping bisnis penyiaran.
Di samping itu, aset digital VIVA Group menunjukkan pertumbuhan signifikan di tahun 2024 dari sisi jumlah page views dibanding tahun 2023.
tvonenews.com misalnya, mencatatkan lonjakan page views hingga 166% dengan total page views 1,2 miliar dari sebelumnya 458 juta page views, dengan rata-rata 111 juta page views per bulan. Sementara itu, tvOne juga mengoptimalkan channel YouTube tvonenews yang saat ini telah mencapai 14,7 juta subscriber, dan menempati peringkat kedua di jajaran kanal Youtube berita.
“Jadi strategi kita adalah memperkuat bisnis digital. Tentunya juga yang kedua adalah meningkatkan kemampuan talent-talent ya. Karyawan-karyawan kita, kalau jurnalisnya bisa versatile gitu ya. Kalau yang untuk TV entertainment ya dia bisa menciptakan konten dengan pakai platform,” ujar Direktur VIVA Neil Tobing.
Baca Juga
Sukses Rampungkan Restrukturisasi PKPU, Grup VIVA Fokus ke Bisnis Konten dan Digital
Tak hanya itu, tvOne juga terus berupaya menciptakan inovasi di industri pertelevisian Indonesia seperti penggunaan Artificial Intelligent (AI) untuk memproses informasi secara cepat dan akurat, serta mengembangkan news caster AI.
Di samping itu, TV share ANTV juga mengalami tren kenaikan seiring dengan perubahan strategi programming yang sustainable sejak kuartal kedua 2024 dan diharapkan akan terus tumbuh hingga tahun depan.
“ANTV juga melanjutkan proses efisiensi untuk memastikan pertumbuhan profit yang sehat di tengah disrupsi industri media,” imbuhnya.
Sebagai informasi, hingga kuartal III 2024 , VIVA membukukan total pendapatan iklan Rp860,3 miliar, turun 5,1% dari tahun sebelumnya Rp906,4 miliar. Sedangkan MDIA membukukan pendapatan Rp483,5 miliar, atau turun 21,4% dari sebelumnya Rp615,4 miliar.
Dari sisi biaya operasional, Perseroan tetap mengedepankan strategi efisiensi sehingga beban usaha dapat diturunkan 26,3% dari sebelumnya Rp1,15 triliun menjadi Rp844,0 miliar, dan berhasil mencatatkan EBITDA sebesar Rp97,1 miliar. MDIA juga berhasil menekan beban usaha 36,3% dari sebelumnya Rp711,6 miliar menjadi Rp453,5miliar, dan mencatatkan EBITDA Rp65,1 miliar.

