3.000 Ha Lahan Pertanian Gresik Andalkan Air Hujan, PU Percepat Inpres Irigasi
JAKARTA, investortrust.id - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, 3.000 hektare (ha) atau 75% dari total 4.000 ha lahan pertanian di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur masih mengandalkan air hujan sebagai sumber air utama.
“Dari total 4.000 hektare lahan pertanian di Bawean, sebanyak 75% masih mengandalkan air hujan. Kami sangat berharap Kementerian PU bisa segera membangun jaringan irigasi permanen agar produksi pangan lebih stabil,” kata Fandi dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (15/4/2025).
Tak hanya Gresik, Kabupaten Malang juga mengalami penurunan produktivitas pertanian yang cukup signifikan imbas rusaknya infrastruktur irigasi.
“Produksi pertanian kami menurun signifikan karena hanya bisa sekali panen dalam setahun. Banyak tanggul dan bendungan rusak akibat banjir sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pusat,” jelas Bupati Malang, Sanusi.
Baca Juga
Gandeng AIIB untuk Revitalisasi Irigasi, Kementerian PU Dapat Pinjaman Rp 4,1 Triliun
Merespons hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan, pihaknya akan mempercepat pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Jawa Timur melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
“Dengan inpres ini, kami memiliki payung hukum jelas untuk melakukan intervensi terhadap jaringan irigasi daerah, termasuk saluran tersier. Saya minta bapak dan ibu bupati segera mengirimkan surat resmi terkait kebutuhan masing-masing agar bisa segera kami proses,” ujar Menteri Dody.
Menurut Dody, infrastruktur irigasi merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya padi, yang berperan penting dalam target produksi gabah kering panen (GKP) Jawa Timur sebesar 12,6 juta ton pada 2025. “Oleh karena itu, Kementerian PU siap mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) yang lebih besar, khususnya untuk sumber daya air yang menunjang pertanian,” tutur dia.
Baca Juga
Dorong Swasembada Pangan, PU Alokasikan Proyek Jaringan Irigasi Rp 6 Triliun
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah mengapresiasi respons cepat Menteri Dody dan jajaran Kementerian PU. Ia mengatakan, dukungan pusat sangat krusial agar target produksi gabah bisa tercapai.
“Kami sangat membutuhkan dukungan konkret dari Kementerian PU, khususnya dalam bentuk DAK sumber daya air, untuk mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak dan mengembangkan saluran baru yang dibutuhkan petani,” pungkas Khofifah.

