Bendungan Cipanas Siap Beroperasi Dukung Irigasi Pertanian
JAKARTA, investortrust.id - Bendungan Cipanas telah selesai dibangun konstruksinya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Ditjen Sumber Daya Air. Bendungan ini akan dimanfaatkan sebagai tampungan air mendukung irigasi pertanian dan sumber air baku di kawasan segitiga Cirebon-Patimban-Kertajati.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut, pengelolaan sumber daya air seperti ini akan terus berlanjut guna mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan adanya bendungan tersebut, sawah-sawah petani pun akan terairi dengan baik.
"Bendungan dan jaringan irigasinya dibangun dengan biaya besar. Oleh karena itu pastikan kualitas pekerjaannya baik sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi sawah-sawah milik petani," kata Menteri Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga
BUMN Konstruksi (WIKA) Garap Proyek Bendungan Karangnongko Rp 292 Miliar
Bendungan Cipanas ini terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan kapasitas 50,81 juta m3. Kapasitas tersebut sepuluh kali lebih besar dari Bendungan Kuningan sehingga diharapkan bisa menambah suplai air irigasi pertanian di Kabupaten Sumedang dan Indramayu seluas 9.273 hektare, khususnya di Daerah Irigasi Cipanas, Cikawung, dan Cibunut.
Dengan adanya bendungan baru ini, Menteri Basuki berharap dapat meningkatkan intensitas tanam para petani menjadi dua atau tiga kali panen dalam setahun. Karena, sebelum ini para petani hanya menggunakan metode tadah hujan dan menghasilkan satu kali panen saja dalam setahun.
“Bendungan Cipanas juga diharapkan dapat memenuhi air baku sebesar 850 liter/detik bagi kawasan industri Rebana dan kawasan permukiman, termasuk Bandara Kertajati. Saat ini telah didesain untuk kawasan industri di Kabupaten Sumedang sebesar 650 liter/detik dan kebutuhan air minum masyarakat di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu sebesar 200 liter/detik,” sebut Menteri Basuki.
Baca Juga
Bendungan Cipanas dibangun setinggi 71,60 meter dengan tipe urugan inti tegak. Sementara luas genangan bendungan ini mencapai 1.315,95 hektare, yang juga dapat dimanfaatkan sebagai tampungan air pengendali banjir untuk wilayah Indramayu dan sekitarnya karena mampu mengurangi debit banjir sebesar 487,75 m3/detik, serta potensi sebagai sumber pembangkit listrik sebesar 3 MW.
Berdasarkan laporan Kemeterian PUPR, biaya pembangunan Bendungan Cipanas seluruhnya menghabiskan dana sebesar Rp2,03 triliun yang bersumber dari APBN. Adapun pembangunan bendungan ini dikerjakan medio 2016-2023 dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya - PT Jaya Konstruksi (KSO) yang fokus pada pembangunan tubuh bendungan dan PT Brantas Abipraya (Persero) untuk pembangunan infrastruktur pendukung. (CR-8)

