Tanggapi Keluhan Gapmmi, KKP Sebut Stok Garam Cukup Sampai Mei 2025
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan stok garam nasional untuk bahan baku industri aneka pangan masih terjaga dan cukup hingga Mei 2025 mendatang. Hal ini pun menjawab kekhawatiran Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi).
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin menjelaskan, hingga saat ini, total stok garam nasional mencapai 764.932 ton, yang terdiri dari 293.778 ton di PT Garam dan 471.154 ton dari garam rakyat.
"Masih dapat mencukupi kebutuhan industri aneka pangan hingga Mei 2025," ucap Doni dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Rabu (26/3/2025).
Doni memastikan, pemerintah akan terus memantau ketersediaan garam dan memastikan revisi Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2022 segera ditetapkan untuk menjamin kelancaran pasokan bahan baku bagi industri aneka pangan di Indonesia.
Baca Juga
Gappmi: Perusahaan Besar Bisa Stop Produksi Jika Garam Industri Tak Cukup
"Selain itu, memasuki musim panen garam rakyat yang dimulai pada Juni, pasokan garam nasional akan semakin stabil," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) menerima laporan sejumlah perusahaan industri aneka pangan terkait terjadinya krisis kelangkaan garam industri.
Menurut Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman mengatakan, permasalahan yang berlarut-larut ini dapat mengancam kapasitas produksi perusahaan, dan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Adhi bahkan mengungkapkan bahwa stok garam industri untuk aneka pangan yang tersedia saat ini hanya cukup untuk kebutuhan produksi hingga Maret 2025. Ia menyebut, pihak pemasok pun sudah memberitahu mengenai kendala pengadaan bahan baku ini.
"Saat ini, stok garam industri aneka pangan yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan produksi hingga Maret 2025. Pihak pemasok menginformasikan kepada anggota kami bahwa mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan garam karena adanya kendala dalam pengadaan garam industri," beber Adhi.

