Ironis, Krisis Garam Hantui Industri, Stok Hanya Cukup Maret
JAKARTA, investortrust.id - Gapmmi mengungkapkan krisis garam menghantui industri aneka pangan di Indonesia. Bahkan, stok hanya cukup hingga Maret 2025. Kondisi ini sangat ironis, mengingat Indonesia dikenal sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, setelah Kanada, dengan panjang sekitar 81.290 km lebih berdasarkan catatan Kementerian ESDM.
Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) menerima laporan sejumlah perusahaan industri aneka pangan mengalami krisis kelangkaan garam industri. Menurut Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman, permasalahan yang berlarut-larut ini dapat mengancam kapasitas produksi perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pasar. "Kami ini ingin mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan mencegah terhentinya produksi karena kekurangan bahan baku garam industri," ucap Adhi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (26/03/2025).
Berdasarkan data BPS, industri pengolahan di Tanah Air hanya tumbuh 4,43% atau di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang juga turun ke 5,03% tahun 2024. Hal ini menandai adanya deindustrialisasi di Indonesia.
Adhi bahkan mengungkapkan, stok garam industri untuk aneka pangan yang tersedia saat ini hanya cukup untuk kebutuhan produksi hingga Maret 2025. Ia menyebut, pihak pemasok pun sudah memberitahu mengenai kendala pengadaan bahan baku ini.
"Saat ini, stok garam industri aneka pangan yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan produksi hingga Maret 2025. Pihak pemasok menginformasikan kepada anggota kami bahwa mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan garam, karena adanya kendala dalam pengadaan garam industri," bebernya.
Berdasarkan data BPS, industri pengolahan di Tanah Air hanya tumbuh 4,43% atau di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang juga turun ke 5,03% tahun 2024. Hal ini menandai adanya deindustrialisasi di Indonesia.
Baca JugaHarita Nickel (NCKL) Bukukan Laba Rp 6,38 Triliun, Melonjak 13,52%
Adhi bahkan mengungkapkan, stok garam industri untuk aneka pangan yang tersedia saat ini hanya cukup untuk kebutuhan produksi hingga Maret 2025. Ia menyebut, pihak pemasok pun sudah memberitahu mengenai kendala pengadaan bahan baku ini.
"Saat ini, stok garam industri aneka pangan yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan produksi hingga Maret 2025. Pihak pemasok menginformasikan kepada anggota kami bahwa mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan garam, karena adanya kendala dalam pengadaan garam industri," bebernya.
Bahan Baku Utama
Ia menjelaskan, bagi industri aneka pangan, garam industri merupakan bahan baku utama untuk memproduksi berbagai produk pangan olahan. Ini seperti seasoning, tepung bumbu, mi instan, snack, dan berbagai produk pangan olahan lainnya.
Maka dari itu, Adhi menilai, kondisi ini dapat mengganggu operasional perusahaan, terutama di bulan Ramadan menjelang Idulfitri. Padahal, momen ini adalah puncak konsumsi masyarakat dan ada penguatan daya beli dengan pembayaran tunjangan hari raya (THR).
Ia menjelaskan, bagi industri aneka pangan, garam industri merupakan bahan baku utama untuk memproduksi berbagai produk pangan olahan. Ini seperti seasoning, tepung bumbu, mi instan, snack, dan berbagai produk pangan olahan lainnya.
Maka dari itu, Adhi menilai, kondisi ini dapat mengganggu operasional perusahaan, terutama di bulan Ramadan menjelang Idulfitri. Padahal, momen ini adalah puncak konsumsi masyarakat dan ada penguatan daya beli dengan pembayaran tunjangan hari raya (THR).
Baca Juga
Asing Akhirnya Berbalik Net Buy Saham, Rupiah Masih Melemah ke Rp 16.599/USD
Sehingga, Gapmmi mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan ini agar penghentian produksi dan gangguan pasokan ke pasar dapat dihindari. "Selama ini, industri aneka pangan telah berkontribusi besar dalam PDB (produk domestik bruto) nasional serta dalam menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 1,9 juta tenaga kerja (data BPS 2023). Ketidakpastian ketersediaan bahan baku ini sangat mengkhawatirkan bagi keberlangsungan industri kami," tandas Adhi.

