Menteri Rosan Sebut Nilai Ekspor Komoditas Kratom Capai US$ 350 Juta
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, nilai ekspor komoditas kratom asal Kalimantan Barat ke Amerika Serikat (AS) tercatat hingga US$ 350 juta atau Rp 5,8 triliun (asumsi kurs Rp 16.590/USD).
“Kratom banyak yang bisa dipakai untuk medis, pengobatan herbal. Dan ternyata 96% kratom yang masuk ke US (Amerika Serikat) adalah berasal dari Indonesia dengan nilai ekspor kurang lebih US$ 350 juta,” ungkap Rosan saat acara Seminar: Dampak Perang Tarif terhadap Peluang Ekspor Indonesia di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Rosan menyebutkan, saat ini Menteri Perdagangan Budi Santoso telah mengekspor komoditas kratom kloter berikutnya. Menurutnya, kratom asal Indonesia memiliki potensi sangat besar dan salah satu produk yang diterima oleh negeri Paman Sam itu.
Baca Juga
Mendag Budi Lepas Ekspor Perdana Kratom Senilai Rp 17 Miliar ke AS dan Eropa
“Mungkin yang justru kita tidak ngeh, (kratom) itu salah satu produk yang cukup diterima di pasar, di Amerika,” ucap Rosan yang juga CEO Danantara Indonesia.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengungkapkan alasan pemerintah membuka ekspor tanaman kratom.
Adapun aturan soal ekspor komoditas kratom ini tertuang dalam revisi Permendag Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor dan Permendag Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.
“Tujuan pengaturan ekspor komoditi kratom adalah untuk meningkatkan nilai tambah dan keberterimaan produk ekspor Indonesia di negara mitra dagang,” jelas eks Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Isy Karim beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, eks Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menyampaikan, program hilirisasi kratom akan diwariskan kepada pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Teten menilai, pengolahan kratom akan membuat produk yang dihasilkan dari UMKM Indonesia akan lebih variatif. Selain itu, hal ini juga bagian dari upaya pemanfaatan sumber daya alam di Tanah Air.
“Iya, haruslah (diwariskan ke pemerintahan selanjutnya). Karena kita ingin mengolah sumber daya alam kita, hasil perkebunan/pertanian atau komoditas laut, itu kita hilirisasi,” katanya di Kantor KemenkopUKM September 2024 lalu.

