Menteri Investasi Ungkap Nilai Ekspor 28 Komoditas Strategis RI Capai US$ 857,9 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani menyebutkan telah dipetakan 28 komoditas strategis dari delapan sektor utama yang akan didorong untuk hilirisasi.
Rosan meyakini bahwa 28 komoditas ini diyakini dapat memperkuat investasi dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan, berdasarkan kajian Kementerian Investasi dan Hilirisasi, komoditas tersebut bisa memberi nilai ekspor mencapai US$ 857,9 miliar.
Baca Juga
Menteri Investasi dan Hilirisasi Ajak Investor Eropa Optimalkan Energi Baru Terbarukan Indonesia
“Ekspor diproyeksikan mencapai US$ 857,9 miliar. Dan tentunya dari 28 komunitas ini kalau kita perhatikan kita akan terus melanjutkan tentunya hilirisasi di bidang nikel,” kata Rosan dalam Rakornas Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Rabu (11/12/2024).
Dia tidak memungkiri bahwa nikel adalah salah satu komoditas yang berpotensi. Oleh karena itu, hilirisasi tahap pertama ini akan terus dilanjutkan supaya nilai tambah dan industrialisasinya bisa tercapai.
Selain di sektor mineral, Rosan menyebut, pemerintah juga akan melakukan hilirisasi di bidang perkebunan, pertanian, dan juga kelautan. Menurutnya, sektor tersebut juga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.
Baca Juga
Wamenkeu: Prioritas Pemerintah Hilirisasi, MBG, Ketahanan Pangan dan Energi
“Selain tentunya di bidang mineral, di bidang rumput laut (juga akan dikembangkan) karena rumput laut kita juga penghasil nomor dua terbesar di dunia. Tetapi, kalau tropical seaweed kita penghasil nomor satu terbesar di dunia,” ungkap dia.
Sementara dari sektor perkebunan, hilirisasi kelapa sawit dikatakan oleh Rosan juga akan dilanjutkan. Selain itu, dia menilai ada potensi juga di kelapa, rajungan, hingga ikan nila.
Baca Juga
Bapanas Ajak Kadin Indonesia Partisipasi di Hilirisasi Pangan
“Tentunya kami sudah memetakkan tidak hanya dari segi 28 komoditas, tetapi juga dari segi reservasinya, dari segi di mana mereka itu berada, provinsinya, kotanya kami juga sudah memetakkan termasuk teknologinya dan para investor-investor yang sudah berinvestasi di bidang ini di mancanegara itu juga sudah kami memetakkan ke depannya,” beber Rosan.
Dari data Kementerian Investasi dan Hilirisasi, kebutuhan investasi hingga 2040 mencapai US$ 618 miliar. Besaran investasi ini akan memberikan kontribusi peningkatan PDB sebesar US$ 235,9 miliar dan akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai lebih dari 3 juta tenaga kerja.

