Lantik Pejabat SKK Migas, Bahlil: Lifting Minyak Turun Terus, Ini Penyakit
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik pejabat pimpinan di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rabu (26/2/2025). Dia berharap pelantikan ini bisa mendongkrak lifting minyak nasional hingga menembus 630.000-690.000 barrel oil per day (BOPD).
Bahlil menyebutkan, lifting minyak nasional terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Terbukti, target lifting minyak yang tercantum dalam APBN 2025 adalah 605.000 BOPD. Padahal, target lifting minyak 2024 adalah 635.000 BOPD, tetapi terealisasi di bawah 600.000 BOPD.
Baca Juga
Ini Strategi Bahlil Capai Lifting Minyak 1 Juta BOPD pada 2029 Sesuai Perintah Prabowo
"Lifting kita ini turun terus. Ini penyakit. Sampai saya bertanya, apakah memang tidak ada orang Indonesia yang bisa untuk menaikkan lifting?" kata Bahlil dalam acara pelantikan di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Bahlil mengungkapkan, realisasi lifting minyak tahun lalu berada di angka 580.000-590.000 BOPD. Untuk itu, dengan pelantikan pejabat SKK Migas hari ini diharapkan akan memunculkan inovasi baru dalam lifting minyak.
"Saya minta tolong bagaimana caranya produksi lifting kita yang sekarang hanya 580.000-590.000 ke depan bisa naik. Saya targetnya pada 2025 itu harus mencapai 630.000-690.000, sambil menunggu intervensi teknologi," ujar dia.
Baca Juga
Bahlil Targetkan Lifting Minyak Capai 1 Juta Barel per Hari pada 2029
Adapun tiga pejabat SKK Migas yang dilantik hari ini, yaitu Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus, Deputi Eskploitasi SKK Migas Taufan Mahendrajana, dan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta.
"Ini bagian konstitusi institusi SKK Migas dalam rangka percepatan akselerasi program swasembada energi, ketahanan energi. Ini merupakan salah satu Asta Cita yang prioritas," ucap Bahlil.

