Target Lifting Minyak Turun di 2024, SKK Migas Siapkan Strategi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaparkan target lifting minyak 2024 dalam Work Plan & Budget (WP&B) sebesar 596 ribu barel per hari atau barel oil per day (BOPD). Sementara target yang ditetapkan dalam APBN 2024 adalah 635 ribu BOPD.
Angka tersebut sejatinya lebih rendah dari yang ditargetkan pada 2023, yakni 621 ribu BOPD dalam WP&B, dan sebesar 660 ribu BOPD dalam APBN. Meskipun, pada akhirnya terealisasi hanya 605,5 ribu BOPD di 2023.
Menanggapi hal ini, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan, WP&B sendiri hanya merupakan bentuk komitmen. Sementara pihaknya akan beripaya mendorong program-program lain, yang tidak tertuang di dalam WP&B, yang bisa dilaksanakan untuk meningkatkan lifting minyak di 2024.
Baca Juga
SKK Migas dan TIS Petroleum Sukses Komersialisasi Gas Berkadar Karbon 30%
“Kita akan usahakan yang namanya program Filling The Gap. Jadi ini kan ada gap dari 635 ribu di APBN dengan 596 ribu di WP&B. Jadi ada gap 39 ribu BOPD,” kata Dwi Soetjipto dalam Konferensi Pers Awal Tahun 2024 Kinerja Hulu Migas Tahun 2023, Jumat (12/1/2024).
Mengenai Filling The Gap sendiri, Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo menyampaikan, itu adalah gabungan program recovery plan yang diupayakan oleh Hulu Migas untuk meningkatkan dari sisi produksi.
“Biasanya Filling The Gap setiap tahun bisa menambah sekitar 15 ribu-20 ribu BOPD di atas apa yang menjadi capaian di WP&B. Jadi semoga saja dengan upaya yang besar, kita bisa menambahkan produksi di atas WP&B yang sudah disepakati,” kata Wahju.
Baca Juga
Konfirmasi Cadangan, SKK Migas Validasi Potensi Gas di Blok Andaman
Kendati demikian, Wahju tidak memungkiri bahwa mencapai WP&B adalah hal yang berat. Ia menyebut banjir sebagai salah satu kendala utama dalam hal pemenuhan target lifting minyak.
“Seperti sekarang ini kita kehilangan sekitar 7.000 BOPD hanya karena bajir. Yang trucking tidak bisa trucking karena terhalang oleh banjir,” ujar dia.
Sementara itu, Dwi Soetjipto menegaskan pihaknya akan komitmen untuk lifting minyak tidak boleh turun dari 605 ribu BOPD, yakni capaian di 2023. Itu disebutnya menjadi tantangan.
“Dan mudah-mudahan nanti bisa dapatkan dari tambahan train 3 yang punya produksi kondesat. Itu kita upayakan untuk mengisi ini,” tambah Dwi Soetjipto.

