Indonesia Bisa Tiru Prancis dalam Membangun Ekosistem AI, Ini Alasannya!
JAKARTA, investortrust.id – Seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang semakin pesat, Indonesia dihadapkan pada tantangan dalam membangun ekosistem yang mendukung inovasi AI secara optimal. Salah satu negara yang bisa dijadikan contoh adalah Prancis, yang sukses menciptakan lingkungan kondusif bagi pengembangan AI.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan, Prancis telah menerapkan strategi komprehensif dengan mengembangkan pusat keunggulan AI yang melibatkan 5-10 universitas terkemuka serta berinvestasi dalam data center berkapasitas 1 gigawatt. Menurutnya, pendekatan itu tidak hanya mempercepat riset AI, tetapi juga memastikan ketersediaan infrastruktur digital yang memadai.
“Prancis telah membuktikan bahwa investasi dalam infrastruktur AI, termasuk jaringan 5G dan pusat data yang andal, dapat mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing global,” kata Nezar secara virtual di acara Tech and Telco Summit 2025, Jumat (21/2/2025).
Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, Indonesia perlu meniru langkah serupa agar tidak tertinggal dalam revolusi AI. Saat ini, pemerintah tengah fokus pada pengembangan kebijakan berbasis pendekatan "3P" (Policy, People, Platform), yang mencakup regulasi AI, peningkatan sumber daya manusia, serta pengembangan ekosistem AI yang inklusif.
“Kita perlu menyiapkan infrastruktur digital yang lebih kuat agar pengembangan AI di Indonesia bisa berjalan maksimal. Ini termasuk investasi dalam pusat data skala besar dan jaringan internet berkecepatan tinggi,” dalam penjabarannya.
Selain infrastruktur, kolaborasi dengan universitas dan industri juga menjadi kunci. Nezar menjelaskan bahwa universitas di Prancis berperan penting dalam riset dan pengembangan AI, sementara sektor industri dapat menjadi mitra strategis dalam implementasi teknologi tersebut.
“Pemerintah harus memastikan regulasi AI yang etis, aman, dan bertanggung jawab, sembari membuka ruang bagi inovasi dan investasi swasta,” jelasnya.
Dengan meniru strategi tersebut, Nezar optimistis Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam era digital, memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya saing global. (C-13)

