DPR Dukung Pembentukan Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id - Komisi XII DPR mendukung BUMN holding pertambangan, MIND ID untuk memperkuat ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Upaya grup MIND ID dalam hilirisasi mineral, dapat membantu pemerintah mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menyampaikan bahwa MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan Indonesia Battery Corporation (IBC) telah menjalankan program hilirisasi dengan baik. "Program hilirisasi tertuang pada Asta Cita kelima Presiden Prabowo Subianto, yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung parkemen, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Baca Juga
Dia menekankan, program hilirisasi dan industrialisasi akan memperoleh multiplier effect, seperti meningkatkan nilai tambah bahan baku, menarik investasi, menghasilkan devisa ekspor, menyerap tenaga kerja, dan menjadi instrumen mendorong pertumbuhan ekonomi minimal 8%.
"Komisi XII DPR mendorong IBC dan mitra strategisnya tetap berkomitmen membangun pabrik battery cells yang terintegrasi hulu sampai ke hilir, serta memastikan segala tahapannya dapat terpenuhi dan memberikan keuntungan keuntungan kepada negara," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama IBC Toto Nugroho mengatakan, keterlibatan BUMN, khususnya grup MIND ID sangat penting dalam mendukung hilirisasi mineral pada ekosistem kendaraan listrik. Dengan program ini, IBC optimistis menjadi perusahaan kelas dunia dalam ekosistem electrical vehicle (EV) secara end-to-end.
Baca Juga
Bagian Kesepakatan 30 Ton, MIND ID Kirim Perdana Emas Freeport ke Antam
Menurutnya, grup MIND ID memiliki pengelolaan bahan material penting yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan energi terbarukan. Terlebih saat ini, sekitar 50% bahan baku baterai kendaraan listrik dunia berasal dari Indonesia, dan hampir sebagian besar merupakan pengelolaan dari grup MIND ID.
“Kita memiliki semua sumber daya alam, mulai nikel, kobalt, timah, batu bara, tembaga, emas, dan bauksit, yang semuanya berada di bawah grup MIND ID. Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi production hub baterai kendaraan listrik,” lanjutnya.
Adapun, Grup MIND ID menyiapkan investasi sebesar Rp 20,6 triliun untuk lima proyek strategis. Salah satu proyek prioritas adalah pengembangan nikel di Halmahera Timur, yang meliputi pembangunan smelter rotary kiln-electric furnace (RKEF) dan fasilitas high-pressure acid leach (HPAL) untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

