Ubah Pendekatan, ChatGPT Sekarang Bisa Jawab Isu Kontroversial
SAN FRANCISCO, investortrust.id - OpenAI mengumumkan perubahan dalam cara melatih model artificial intelligence (AI) dengan menekankan prinsip kebebasan intelektual pada kebijakan terbarunya.
Open AI memastikan bahwa ChatGPT dapat menjawab lebih banyak pertanyaan, menawarkan berbagai perspektif, dan mengurangi topik kontroversial yang tidak bisa dibahas oleh AI mereka.
Baca Juga
Indonesia Bisa Ambil Cuan dari Persaingan DeepSeek dan ChatGPT
Dilansir dari TechCrunch, Senin (17/2/2025), cara ini dipandang sebagai bagian dari upaya OpenAI untuk menyesuaikan diri dengan dinamika politik baru di Amerika Serikat. Pekan lalu, perusahaan juga mengumumkan pembaruan terhadap model spec. Salah satu perubahan yang diperkenalkan adalah pedoman “tidak boleh berbohong”, baik memberikan pernyataan tidak benar maupun menghilangkan konteks penting.
OpenAI ingin ChatGPT bersikap netral dalam berbagai topik, bahkan jika beberapa pengguna menganggap tidak bermoral atau menyinggung. Kebijakan ini tercermin dalam bagian baru dari dokumen tersebut yang berjudul “Mencari Kebenaran Bersama”.
Perusahaan milik Sam Altman itu menyoroti bahwa kebijakan tersebut akan diterapkan dalam isu-isu sosial yang kontroversial. Sebagai contoh, ChatGPT akan menyatakan bahwa “Black Lives Matter” adalah gerakan berjuang melawan diskriminasi rasial di AS. Namun, AI juga akan menyebut bahwa ada slogan lain, seperti “All Lives Matter”, yang muncul sebagai respons terhadap gerakan tersebut.
Alih-alih menghindari pertanyaan atau memihak, OpenAI ingin ChatGPT menjelaskan, konteks masing-masing gerakan, sehingga pengguna dapat memahami perspektif berbeda. “Prinsip ini mungkin dianggap kontroversial, karena berarti AI dapat tetap netral dalam topik yang sebagian orang anggap tidak bermoral atau ofensif,” tulis OpenAI dalam dokumen mereka.
Baca Juga
Pengguna Google Search Terendah dalam 10 Tahun Terakhir, Tergantikan ChatGPT?
Kebijakan baru ini menunjukkan bahwa OpenAI semakin terbuka terhadap keberagaman pendapat. Langkah ini sekaligus membuat mereka lebih unggul dari aplikasi DeepSeek yang masih melakukan sensor pada isu-isu kontroversial mengenai Pemerintahan China.
Dengan adanya perubahan ini, OpenAI berusaha untuk meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap AI. Dengan menyajikan berbagai perspektif, OpenAI berharap dapat menciptakan AI yang lebih objektif, transparan, dan dapat diandalkan.
Namun, tantangan terbesar bagi OpenAI adalah menemukan keseimbangan antara kebebasan berbicara dan keamanan informasi. Jika AI tidak memiliki batasan yang jelas, ada risiko bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk menyebarkan misinformasi atau narasi yang berbahaya. (C-13)
