Tunduk Arahan Presiden, Wamentan Bakal Terapkan Ini untuk Jaga Stabilitas Harga
BOGOR, investortrust.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok kebutuhan rakyat. Kestabilan akan diwujudkan dengan menjaga ketersediaan pasokan.
"Ini kan hukum supply and demand. Artinya apa? Kalau kita ingin harga-harga komiditi tetap stabil, tentu pasokannya harus baik," katanya ditemui usai menghadiri peringatan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025).
Lebih jauh, dia mengatakan, prioritas untuk menjaga stabilitas harga-harga kebutuhan dasar masyarakat ini menjadi catatan tersendiri bagai Kementerian Pertanian. "Bagaimana pasokan bawang, sapi, bawang putih, bawang merah, dan kebutuhan pangan lainnya, selain beras ya, bagaimana posisinya stabil, sukur-sukur (harga) bisa lebih rendah," jelasnya.
Baca Juga
Saat Harganya Anjlok, Komisaris dan Direksi Petrindo (CUAN) Borong Saham Jumbo
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu mengungkap, pemerintahan Prabowo telah memutuskan harga pokok pembelian (HPP) sejumlah komoditas, seperti gabah kering sebesar Rp 6.500 dan jagung yang dipatok Rp 5.500. Ke depan ia memastikan pemerintah bakal melakukan pengawasan terhadap penjualan komoditas yang harganya sudah ditetapkan.
Bahkan, Sudaryono menyebutkan, Prabowo telah memberikan arahan khusus soal penetapan harga komoditas tersebut. Ia menyebut Prabowo tidak ingin keputusan tersebut hanya sekadar imbauan kemudian dibiarkan tanpa pengawasan oleh pemerintah.
"Tapi beliau (Prabowo) ingin semua kebijakan pemerintah yang sudah diputuskan, itu betul secara konsekuen kita awasi, kita laksanakan, kemudian kita pastikan itu dilaksanakan di lapangan dengan baik," ungkapnya.
Guna mengawal kebijakan penetapan HPP gabah tersebut, Sudaryono berujar, pemerintah melalui Kementan telah memanggil Perum Bulog dan perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang penggilingan padi. Ia menyebut sampai saat ini Kementan telah memanggil sebanyak 1.200 perusahaan untuk dimintai komitmen mengawal kebijakan HPP gabah. "Ini demi rakyat bantu negara. Toh, juga mereka juga gak rugi, tetep untung," tandasnya.
Sebelumnya, Prabowo mendesak para pengusaha agar tidak mencekik para petani. Untung yang diambil harus dalam porsi yang wajar. “Pengusaha mau untung jangan mencekik petani-petani kita. Daripada mencekik (petani), lebih baik saya cekik kau,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato politik di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/02/2025).
Baca Juga
Usai Kinerja Keuangan Unilever (UNVR) Hancur Lebur, Fokus Investor Tertuju pada Ini
Ketua umum Partai Gerindra tersebut mengatakan, pengusaha boleh mengambil untung. Namun, rakyat juga harus sejahtera. “Boleh untung tapi untung yang wajar, rakyat kita harus sejahtera. Petani kita harus dapat keuntungan yang cukup,” kata dia.
Prabowo berharap pengusaha mematuhi aturan yang diberlakukan pemerintah. Pemerintah akan bertindak berdasarkan hukum.
"Kalau kau tidak patuh, kami akan bertindak dan dasar hukum saya adalah UUD 1945 Pasal 33. Perekonomian disusun atas azas kekeluargaan, kemudian, bumi dan air (dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat)," ucap dia.

