Mendag Susun Strategi Jika Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan pihaknya akan menyusun strategi apabila Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat kebijakan untuk menaikan bea masuk impor terhadap negara yang ingin ekspor.
Menurut Mendag Budi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk mengembangkan produk-produk baru. Khususnya, produk-produk yang belum diproduksi di Amerika Serikat.
"Terus ya kita harus diversifikasi produk, terutama produk-produk yang tidak diproduksi di sana," ucap Mendag Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Mendag Budi menjelaskan, berbagai macam strategi harus dilakukan pihaknya untuk mengatasi rencana kenaikan bea masuk tersebut lantaran pasar Amerika Serikat adalah penyumbang terbesar bagi Indonesia sepanjang 2024 lalu.
Baca Juga
Berdasarkan data, Amerika Serikat (AS) menjadi penyumbang surplus terbesar Indonesia, yakni dengan US$ 16,84 miliar. Kemudian selanjutnya diikuti India senilai US$ 15,39 miliar, Filipina US$ 8,85 miliar, Malaysia US$ 4,13 miliar, dan Jepang US$ 3,71 miliar.
"Jadi ya kita harus hati-hati, jangan sampai kita kena bea masuk tambahan. Yang penting sekarang gini kan kalau Trump itu pengennya kan ada industri ke sana gitu kan," terangnya.
Lebih lanjut, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag ini menyebutkan bahwa pihaknya tidak khawatir terkait adanya potensi kecaman yang akan dilakukan Trump ke negara-negara yang menjadi anggota Brazil, Russia, India, China, South Africa (BRICS).
Baca Juga
Ekspor Furnitur Capai Rp 36 Triliun, Tembus Pasar AS hingga Jerman
