Pengembangan Bandara Sam Ratulangi dan Pelabuhan Sorong Berpotensi Tarik Investor India
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat infrastruktur dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menyebutkan, pengembangan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dan Pelabuhan Sorong Papua berpotensi menarik investor India. Hal ini seiring dengan hasil lawatan Presiden Prabowo Subianto ke India untuk menarik investor ke sektor infrastruktur.
Yayat mengatakan, titik-titik yang perlu dikembangkan untuk kerja sama dengan investor asing berada di kawasan industri dan pariwisata. "Kalau menurut saya, contoh di Manado (bandara) Sam Ratulangi, potensi pariwisatanya bisa dikembangkan. Jadi, bandara di kawasan industri maupun destinasi pariwisata,'' kata Yayat saat dihubungi investortrust.id, Kamis (30/1/2025).
Yayat menekankan, pemerintah harus memetakan bandara yang memiliki syarat dan kriteria khusus untuk menggaet investor luar negeri. "Pilihan investasi itu bukan pada bandara yang kinerjanya nol atau tidak berkembang. Kemungkinan, mereka (investor asing) tertarik berinvestasi pada bandara-bandara yang punya potensi perjalanan tinggi, baik orang maupun kargo,'' jelasnya.
Adapun Pelabuhan Sorong di Papua Barat berpotensi dikembangkan untuk peningkatan ekspor hingga hilirisasi. ''Ya, mungkin (Pelabuhan) Sorong bisa berpotensi karena dia merupakan hub di Indonesia bahkan jalur internasional, khususnya wilayah Pasifik. Selain itu, untuk pengembangan ekspor, misalnya hilirisasi di kawasan Papua Barat Daya,'' imbuh Yayat.
Yayat menambahkan, pengembangan Pelabuhan Sorong ini dapat meningkatkan destinasi pariwisata Indonesia Timur. "Papua Barat Daya juga bisa dikembangkan untuk destinasi pariwisata menuju ke Raja Ampat. Jadi, banyak yang bisa dikembangkan untuk celah-celah kegiatan, untuk destinasi-destinasi industri, pariwisata, atau destinasi lainnya,'' ucapnya.
India minat infrastruktur
Berdasarkan catatan investortrust.id, Pemerintah India merespons positif undangan Prabowo Subianto kepada perusahaan-perusahaan India untuk berinvestasi di sektor infrastruktur. Disampaikan Menteri Urusan Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar di New Delhi, Minggu (26/1/2025), India berpeluang menindaklanjuti tawaran berinvestasi di infrastruktur pelabuhan dan bandara.
"Kemungkinan infrastruktur pelabuhan dan bandara, karena India memiliki perusahaan-perusahaan yang bergerak di bisnis infrastruktur itu," kata Subrahmanyam Jaishankar beberapa waktu lalu.
Sejumlah perusahaan India sejak lama telah menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Indonesia. Setidaknya pada 2018 pengusaha India di bidang infrastruktur pelabuhan, lapangan udara, tenaga listrik, manajemen sumber daya air, dan teknologi informasi telah menyatakan minatnya untjuk berinvestasi di Indonesia.
Proyek infrastruktur yang mereka incar, di antaranya Bandara Internasional Silangit di Danau Toba, Labuan Bajo, Batam, Bangka Belitung, dan Yogyakarta. Sayangnya, rencana tersebut belum terwujud, bahkan status Bandara Silangit sebagai bandara internasional sudah dicabut.
Disampaikan Jaishankar, nilai perdagangan India-Indonesia terus tumbuh sekitar US$ 6 juta per tahun. Ia berpandangan, langkah Presiden Prabowo untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara akan berjalan mulus karena memiliki kesamaan pemahaman dengan PM India Narendra Modi, terkait tantangan global yang dihadapi kedua negara. "Kesan saya melihat keduanya (Prabowo-Modi) bisa sangat mengalir saat berdiskusi di berbagai hal, misalkan isu politik global," ujarnya.
Pernyataan Menlu India tersebut bagai gayung bersambut atas pernyataan Presiden Prabowo di hadapan PM India Shri Narendra Modi di New Delhi, Sabtu (25/1/2025). Prabowo pada kesempatan tersebut mengundang pelaku industri dari India untuk berinvestasi di sektor infrastruktur.

