Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup, Penumpang Tujuan Manado Gunakan Kapal Antarpulau
TERNATE, investortrust.id - Sejumlah penumpang di Kota Ternate, Maluku Utara tujuan Manado, Sulawesi Utara (Sulut), beralih menggunakan kapal antarpulau lintas Kota Ternate-Manado dengan lama perjalanan sekitar 15 jam menyusul ditutupnya aktivitas Bandara Sam Ratulangi akibat erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulut.
"Saya berangkat rute Jakarta-Ternate gunakan pesawat Lion Air dan melanjutkan perjalanan dari Ternate ke Manado melalui jalur laut dengan kapal antarpulau," kata salah seorang penumpang tujuan Manado Hanif di Ternate, Minggu (21/4/2024).
Hanif merupakan seorang perwira menengah TNI yang bertugas di Kodam XIII/Merdeka Sulut berangkat dari Jakarta ke Manado melalui jalur Ternate, kemudian menggunakan kapal laut dengan lama perjalanan sekitar 15 jam, karena Bandara Sam Ratulangi Manado masih ditutup akibat erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro.
Hal yang sama juga disampaikan seorang penumpang dari Halmahera, Wardaningsih harus membatalkan tiket Wings Air rute Ternate-Manado karena adanya penutupan Bandara Sam Ratulangi.
Baca Juga
Bandara Sam Ratulangi Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Ruang
"Sejak hari Kamis (18/4/2024) saya harusnya ke Manado menggunakan pesawat Wings Air dari Bandara Baabullah Ternate, tetapi karena adanya penutupan Bandara Sam Ratulangi, saya memilih membatalkan tiket pesawat dan memilih menggunakan kapal antarpulau KM Venecian," kata Wardaningsih seperti dikutip Antara.
Sejumlah kapal yang melayani rute Ternate-Manado setiap hari yakni KM Al Sudais, KM Geovani, KM Marin Teratai, KM Barcelona, KM Permata Obi, KM Venecian, KM Aksar Saputra 09 dan KM Permata Bunda dengan harga tiket sebesar Rp 355 ribu per orang.
Sebelumnya, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ternate, menyatakan sebanyak 300 pemudik gratis pada arus balik lebaran dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, menggunakan KM Doro Londa rute Ternate-Manado.
Kepala Operasional PT Pelni Cabang Ternate, Rudi Arif mengatakan sebanyak 300 pemudik sesuai kuota dari Ternate tujuan Bitung, Sulawesi Utara, melalui program gratis pada arus balik Idul Fitri 1445 Hijriah.
Baca Juga
Dampak Erupsi Gunung Ruang Meluas, BNPB: Penanganan Darurat Terus Dimaksimalkan
Kapal KM Doro Londa yang berangkat dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate dengan tujuan Bitung, total penumpang sebanyak 803 orang, 300 orang di antaranya adalah peserta pemudik yang masuk dalam kuota Program Mudik Gratis 2024 yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan yang bekerja sama dengan pihak PT Pelni pada Arus Mudik Lebaran 2024.
Dia mengatakan, selain diberangkatkan 300 peserta pemudik dari Ternate tujuan Bitung, ada juga peserta pemudik gratis dari kuota Ambon tujuan Ternate yang kuota sebanyak 300 orang yang tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.
"Total penumpang yang tiba kemarin di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate adalah 2.542 penumpang, 300 orang di antaranya peserta pemudik gratis dari Ambon ke Ternate," ujarnya.
Bandara Sam Ratulangi Perpanjang Penutupan Aktivitas Penerbangan
Sementara itu, PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi (Samrat) masih tetap memperpanjang penutupan aktivitas penerbangan hingga Senin (22/4/2024) pukul 12.00 Wita, karena masih adanya abu vulkanik Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
"Erupsi Gunung Ruang masih berlanjut, sehingga membuat pihak bandara Samrat tetap menutup aktivitas penerbangan dari dan menuju Manado," kata GM Bandara Samrat Maya Damayanti, di Manado, Minggu (21/4/2024).
Dia mengatakan, berdasarkan NOTAM: A1041/24 NOTAMR A1021/24, diberitahukan penutupan sementara operasional Bandara Sam Ratulangi diperpanjang sampai Senin (22/4/2024) pukul 12.00 WITA.
“Iya, penutupan sementara diperpanjang sampai besok,” ujar dia.
Humas Bandara Sam Ratulangi Yanti Pramono mengatakan hal tersebut masih harus dilakukan karena situasi dan kondisi yang belum kondusif dan aman untuk melakukan penerbangan.
“Semua demi menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan," kata dia.
Pihaknya akan terus menyampaikan pembaruan terkini tentang status bandara.
Yanti mengimbau kepada calon penumpang dan masyarakat hal ini bandara lakukan untuk keselamatan.
Yanti menjelaskan bahaya abu vulkanik bukan sekedar abu, tapi apabila dia masuk bisa merusak mesin pesawat sehingga berbahaya bagi keselamatan penumpang.
Ia mengatakan sedangkan pesawat dalam keadaan diparkir sekalipun, kedua mesin pesawat harus ditutup rapat, jangan sampai abu vulkanik masuk.
Gunung Ruang erupsi sejak 16 April 2024 sore hari setelah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan. Pada hari yang sama, status gunung tersebut berubah sampai tiga kali, dari Normal ke Waspada, Siaga, dan Awas.

