Pasar Kripto Awal 2025, antara Donald Trump dan Kebijakan Moneter The Fed
JAKARTA, investortrust.id - Memasuki awal 2025, industri kripto kembali menjadi sorotan utama di tengah situasi politik dan ekonomi global. Di satu sisi, pemerintahan Donald Trump yang pro-kripto menjadi angin segar bagi adopsi aset digital, sementara di lain sisi kebijakan moneter The Fed masih menjadi faktor yang mempengaruhi volatilitas pasar.
Menurut kajian yang dirilis Luno, Selasa (28/1/2025), Bitcoin memulai tahun ini dengan mencatat level tertinggi baru menembus US$ 109.000 atau setara Rp 1,7 miliar di tengah momentum pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS).
Sentimen positif ini didorong janji Trump untuk mendukung regulasi yang lebih ramah terhadap kripto. Aset kripto lainnya, seperti Solana tercatat naik 40% dalam sepekan, sementara XRP kembali ke level tertinggi dalam 1 dekade terakhir dengan kenaikan 41%.
Baca Juga
Koin-koin Kripto Jatuh Berjamaah Imbas Maraknya Aksi Jual hingga Munculnya DeepSeek
Adapun potensi mengenai stablecoin Ripple, yakni RLSUD semakin memperkuat optimisme pasar. Selain itu, pertumbuhan solid juga terlihat pada token, seperti Hedera (HBAR) dan Algorand (ALGO).
Namun, di tengah optimisme ini, pasar masih menantikan keputusan penting The Fed mengenai suku bunga. Pertemuan pertama pada 2025 yang digelar 29 Januari menjadi momen krusial yang menentukan arah pasar pada Februari.
Adapun pada Februari, ada sejumlah agenda penting, seperti penunjukan ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC). Pemerintahan Trump mencalonkan Paul Atkins sebagai ketua SEC yang pro-kripto karena berpotensi membawa perubahan signifikan terhadap regulasi aset digital di Negeri Paman Sam tersebut.
Baca Juga
Jumlah Investor Tembus 22,91 Juta, Transaksi Kripto Capai Rp 650,61 Triliun di 2024
Kemudian, ada rilis angka pengangguran AS pada 7 Februari 2025. Data tersebut akan menjadi acuan bagi The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya. Lalu, ada rilis inflasi di AS pada 12 Februari 2025. Jika inflasi tetap tinggi, peluang pemotongan suku bunga akan semakin kecil.
Di bulan yang sama, akan ada peluncuran sejumlah token baru. The Sandbox (SAND) rencananya dirilis pada 14 Februari 2025, dengan melepas 205 juta token yang berpotensi mempengaruhi harga dan permintaan di pasar.
Kemudian, ada peluncuran Avalanche (AVAX) dan Arbitrum (ARB) yang diluncurkan pada 16 Februari 2025. Kedua aset ini akan melepaskan sebagian token mereka, yang dapat menambah volatilitas pasar.

