Harga Emas Meroket Didorong Konferensi Kebijakan Moneter The Fed
Harga emas meroket ke level US$ 2.322 pada Kamis (1/5/2024) setelah keluarnya pernyataan hasil rapat yang dikeluarkan oleh ketua Federal Reserve AS Jerome Powell. Pada pertemuan Rabu lalu The Fed menyatakan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunganya dan mengatakan bahwa mereka akan mengurangi laju pengurangan neraca. Bahkan tak ada kejelasan lebih detail mengenai potensi penurunan suku bunga pada sisa tahun ini.
Powell mengatakan bahwa saat ini bukanlah hal yang tepat untuk menurunkan suku bunga karena progress penurunan inflasi di Amerika belum mendekati target sebesar 2%. Powell pun menambahkan bahwa data inflasi terkini belum memberikan Fed kepercayaan diri lebih besar. Selama konferensi pers Powel mengatakan kebijakan monoter akan diberlakukan meeting by meeting seraya menambahkan bahwa akan memastikan transisi yang mulus di pasar uang.
Selain itu, para pengambil kebijakan The Fed pun mengumumkan perubahan signifikan terhadap kebijakan neraca mereka. Mulai bulan Juni, Fed akan mengurangi pengurangan bulanan kepemilikan surat berharga Treasury AS dari US$ 60 miliar menjadi US $25 miliar, yang menandakan adanya pergeseran dalam pendekatan mereka terhadap normalisasi neraca. Pada saat yang bersamaan, Treasury 10 tahun AS sebanyak tiga basis poin keangka 4,65% yang mendorong pergerakan harga emas.
Baca Juga
Naik Rp 17.000 per Gram, Harga Emas Antam Parkir ke Rp 1.327.000
Di sisi lain kondisi perekonomian AS pun masih berada di posisi yang bervariasi. Aktivitas pada PMI Manufaktur Global S&P tercatat sebesar 50,0, berada di atas ekspektasi namun lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 51,9, yang menunjukkan stabilisasi dalam aktivitas manufaktur. Sebaliknya, PMI Manufaktur ISM menunjukkan kontraksi di sektor ini dengan angka 49,2, jauh dari perkiraan 50,0 dan turun dari angka ekspansif bulan Maret sebesar 50,3.
Perekonomian AS terus mencatatkan hasil yang beragam. Produk Domestik Bruto (PDB) Q1 meleset dari target. Namun, data inflasi yang terkait dengan kuartal pertama tahun 2024 memberikan peringatan bahwa tren harga sedang bergeser ke atas, yang mungkin menahan The Fed melonggarkan kebijakan lebih cepat.
Mengutip riset ICDX, Kamis (2/5/2024) melihat dari sudut pandang teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level US$ 2.347 per troy ons. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun menemui support terdekat pada level US$ 2.268 per troy ons.

