Transformasi Digital 'Bikin' Pertamina Bisa Kelola 15 Juta Data Transaksi BBM Per Hari
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menyatakan, Pertamina digital hub membuat seluruh proses penyediaan energi dari hulu hingga hilir lebih efektif dan real-time, termasuk transaksi bahan bakar minyak (BBM). Dengan digitalisasi, Pertamina dapat mengolah sekitar 15 juta data transaksi BBM subsidi per hari.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, Pertamina digital hub merupakan bagian penting dalam transformasi digitalisasi sehingga bisa memastikan ketersediaan energi, termasuk BBM subsidi di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Pertamina Hulu Indonesia Komitmen Implementasikan Kontrol Anti-Penyuapan
“Semua proses bisnis terlihat sehingga operasionalnya terjaga. Bahkan pada sisi distribusi, kami dapat mengolah sekitar 15 juta data transaksi BBM subsidi per hari. Dengan digitalisasi, pengolahan data bisa tepat sasaran,” jelas Fadjar dalam keterangannya, Rabu (22/1/2025).
Fadjar menyebut, dengan pengelolaan bisnis yang lebih efisien, digitalisasi menjadi kunci mendorong swasembada energi. Terlebih, infrastruktur distribusi Pertamina berada di seluruh Indonesia hingga ke pelosok wilayah mencapai 15.000 titik.
Adapun infrastruktur distribusi itu, di antaranya terminal BBM, SPBU, agen dan pangkalan LPG, hingga titik distribusi terjauh, yakni BBM satu harga, Pertashop, maupun one village one outlet (OVOO) sebagai outlet penjual LPG di setiap desa.
Baca Juga
Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Capai Kinerja "Kinclong" pada 2024
“Pertamina memiliki sistem distribusi, jaringan infrastruktur, dan teknologi di seluruh wilayah Indonesia yang semuanya dikendalikan secara digital. Dengan implementasi digital, kami dapat melayani seluruh masyarakat Indonesia dengan lebih cepat dan tepat,” ucap Fadjar.
Lebih lanjut dia menambahkan, digitalisasi Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi mendukung efisiensi. Hal ini diperoleh melalui berbagai inisiatif baik digitalisasi, penghematan biaya, pengelolaan anggaran, dan penciptaan pendapatan tambahan. "Efisiensi berperan dalam mendukung efektivitas operasional, kinerja positif perusahaan, serta mewujudkan Pertamina menjadi perusahaan energi kelas dunia,” terang Fadjar.

