Hilirisasi Tembaga dan Bauksit Wajib Perhatikan Dampak Lingkungan
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut, rencana pemerintah untuk melakukan hilirisasi tembaga dan bauksit mesti memperhatikan dampak lingkungan.
Menurutnya, produk manufaktur hasil tembaga dan bauksit, tidak terlepas dari emisi dan limbah. Bhima menyebutkan contoh simulasi emisi yang dihasilkan pemakaian listrik di PT Smelting Gresik, Jawa Timur cukup besar.
“Dengan kebutuhan daya listrik mencapai 170 megavolt ampere (MVA), maka emisi karbon yang dihasilkan per tahun setara 1.156 metrik ton CO2, dengan asumsi pembangkit listrik yang digunakan masih menggunakan PLTU batu bara,” ujar Bhima dalam keterangannya, Selasa (14/1/2025).
Baca Juga
Ketum IMA Sebut Indonesia Berpotensi Hilirisasi Tembaga di 2025
Untuk itu, Bhima menegaskan, program hilirisasi tembaga dan bauksit perlu dipastikan memiliki tata kelola ketat, transparan, serta tidak melakukan race to the bottom di sektor lingkungan.
Dia memaparkan, sejauh ini Indonesia merupakan negara dengan penambahan PLTU baru di kawasan industri tercepat di kawasan. Setidaknya pada 2024 terdapat 132 unit PLTU captive dengan kapasitas 15,2 GW.
“Belum ada rencana serius dari PLN untuk mengalirkan energi terbarukan ke kawasan industri hilirisasi tembaga dan bauksit. Padahal, dengan masuknya pasokan energi bersih dari PLN, pelaku usaha tidak perlu membangun pembangkit listriknya sendiri,” kata Bhima.
Bhima menyampaikan, kerugian akibat pencemaran lingkungan bervariasi tergantung sejumlah faktor, seperti skala operasi tambang, jenis mineral yang diekstraksi, lokasi geografis, serta tingkat kerusakan lingkungan dan sosial yang terjadi. “Untuk itu, perbaikan tata kelola wajib dilakukan,” tegas dia.
Baca Juga
Celios: Penghentian Ekspor Tembaga Mentah pada 2025 Sudah Tepat, Jangan Sampai Ada Celah
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 2023, sumber daya tembaga Indonesia mencapai 16,520 miliar ton (bijih) dan 70,550 juta ton (logam). Sedangkan cadangan tembaganya sebesar 2,845 miliar ton (bijih) dan 21,410 juta ton (logam).
Sementara itu, sumber daya bauksit Indonesia sebesar 7,475 miliar ton (bijih) dan 1,248 miliar ton (logam). Adapun cadangan bauksitnya 2,777 miliar ton (bijih) dan 531,423 juta ton (logam).

