Perumnas Bakal Groundbreaking Perumahan di Lahan 3,4 Ha di Pulo Gebang
Reporter | Rizqi Putra Satria
Editor | Fajar Widhiyanto
BANDUNG, investortrust.id - Direktur Utama Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas), Budi Saddewa Soediro mengungkapkan, pihaknya akan melakukan groundbreaking proyek hunian di atas lahan seluas 3,4 hektare (ha) di Pulo Gebang, Jakarta Timur di 2025 mendatang. Lahan ini awalnya dikuasai oleh BPH Migas, dan kini secara hukum telah dimiliki oleh perusahaan pelat merah di sektor perumahan tersebut.
''Tadi kan (lahannya) dikuasai oleh BPH (Migas), kita sudah menangkan secara hukum dan kita usahakan bisa segera dieksekusi. Kalau perencanaan sekarang paralel. (Target groundbreaking?) Tahun 2025 ini,'' kata Budi saat ditemui di Samesta Pasadana, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/12/2024).
Berdasarkan catatan investortrust.id, Budi telah menyampaikan, Perumnas memiliki lahan seluas 3,4 ha yang diminati Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait guna menyokong program 3 juta rumah Prabowo Subianto.
“Kalau rencana pengembangannya belum. Tapi tanah itu sudah akan segera kembali ke Perumnas. Dulu sempat lepas bertahun-tahun, sekarang sudah inkrah. Luasnya kurang lebih 3,4 hektare di Pulo Gebang yang segera akan kami lakukan eksekusi pengosongan,” kata Budi kepada wartawan di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2024) lalu.
Budi menambahkan, pihaknya telah membahas lahan tersebut dengan Menteri Maruarar untuk dijadikan salah satu penyangga program 3 juta rumah setahun. “Tadi dibahas oleh Pak Menteri (Maruarar), diminati untuk bisa dijadikan (program 3 juta rumah),” tambah dia.
Menurut Budi, karena lahan tersebut terletak di perkotaan maka idealnya dibangun dalam bentuk hunian vertikal.
“Idealnya kalau di perkotaan itu (hunian) vertikal, karena memang tanah sudah mahal. Sementara harga juga ada batasan penjualannya,” ucap dia.
Budi juga menuturkan, Perumnas saat ini mematok harga rumah subsidi di kisaran Rp 148 - 180 juta. Sedangkan untuk hunian vertikal, lanjutnya, harga untuk Jakarta adalah Rp 9,5 juta per meter persegi (m2).
“Subsidi itu range-nya antara Rp 148 juta sampai dengan Rp 180 juta untuk rumah tapak (subsidi). Kalau (vertikal) seperti kemarin di Depok Margonda (Samesta Mahata Depok) itu per m2 masih Rp 8,5 juta. Kalau di Tanjung Barat (Samesta Mahata Tanjung Barat) itu sudah Rp 9,5 juta per m2. Kalau Pulo Gebang kalau masuk Jakarta Rp 9,5 (juta),” tutup dia.
