Perumnas Siap-Siap 'Groundbreaking' Rusun Subsidi Alonia Kemayoran Agustus 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perum Perumnas menargetkan peletakkan batu pertama (groundbreaking) proyek rumah susun (rusun) subsidi Alonia di kawasan Kemayoran, Jakarta, digelar pada Agustus 2026 setelah proses pengadaan memasuki tahap finalisasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan menyatakan persiapan proyek saat ini telah memasuki tahap akhir.
"Alonia itu sekarang lagi tahap finalisasi terhadap pengadaan kami. Kami rencanakan, insyaallah sekitar Agustus. Agustus kita bisa groundbreaking," ungkap dia saat ditemui usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Rusun Alonia akan dibangun di atas lahan tidak kurang dari 3.000 meter persegi (m2) yang berada di sebelah Wisma Atlet Kemayoran. Proyek tersebut terdiri atas satu tower dengan total 609 unit hunian bersubsidi.
Imelda menjelaskan, unit yang ditawarkan terdiri atas tipe studio, satu kamar tidur, dan dua kamar tidur dengan luas mulai sekitar 39 meter persegi (m2) hingga 54 m2. Harga jual dipatok sekitar Rp 350 juta hingga Rp 500 juta per unit sesuai Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kepmen PKP) Nomor 23 Tahun 2026.
Baca Juga
Perumnas Fokus Kembangkan Hunian TOD, Siapkan Enam Program untuk Dongkrak Target 3 Juta Rumah
"Alonia itu adalah tower yang kami dirikan persis di lokasi di sebelah Wisma Atlet Kemayoran. Itu dengan lahan 3.000 meter persegi. Kami akan membangun satu tower dengan jumlah 609 unit khusus untuk subsidi," papar dia.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap proyek tersebut cukup tinggi. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 calon pembeli telah membayar Nomor Urut Pemesanan (NUP).
Perumnas saat ini tengah melakukan proses Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk memastikan calon pembeli memenuhi persyaratan sebagai penerima rumah subsidi, antara lain merupakan pembeli rumah pertama hingga memiliki penghasilan maksimal Rp 12 juta per bulan bagi lajang dan Rp 14 juta per bulan bagi yang telah menikah.
"Dari 1.000 itu kami sudah mulai adakan SLIK untuk melihat apakah mereka benar-benar layak menerima. Sudah kelihatan sekitar 600-an sudah eligible untuk mendapatkan rumah itu. Nah sekarang kami tinggal menunggu bagaimana proses pembangunannya saja," imbuh Imelda.
Selain menyediakan hunian bersubsidi, Perumnas juga akan melengkapi proyek tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti jaringan internet, ruang terbuka hijau, area komersial, dan co-working space.
Tak hanya itu, Imelda juga berencana mengajukan dukungan layanan transportasi umum kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk akses Transjakarta. Dia juga mengungkap nilai investasi proyek Rusun Alonia mencapai sekitar Rp 200 miliar.
Berdasarkan katalog Infrastructure Project Facilitation Office (IPFO) yang dikelola Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), proyek Rusun Alonia berdiri di atas lahan seluas 0,37 hektare dengan nilai investasi sebesar US$ 12,3 juta atau sekitar Rp 220,81 miliar (kurs Rp 17.952 per dolar AS). Proyek tersebut memiliki kebutuhan biaya operasional (opex) sebesar US$ 1,9 juta, internal rate of return (IRR) sebesar 11,74%, serta net present value (NPV) sebesar US$ 1,3 juta.

