Wahai Investor, PPK Kemayoran Tawarkan Peluang Kemitraan Kembangkan Kawasan Strategis Kemayoran
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran), Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara RI, kembali menawarkan peluang investasi strategis bagi para investor, baik lokal maupun mancanegara.
Kali ini, PPK Kemayoran membuka kesempatan pengembangan sektor properti di blok C3 dan C4 kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan luas sekitar 40 hektare, untuk dikembangkan menjadi kawasan komersial, hunian, perhotelan, hingga sarana penunjang kegiatan olahraga.
Direktur Utama PPK Kemayoran, Teddy Robinson Siagian, dalam pertemuan dengan awak media di Arena Lakeside Kemayoran, Rabu (10/9/2025), menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong transformasi kawasan eks Bandara Kemayoran seluas ±450 hektare menjadi business district modern dan kompetitif.
“Kami berharap dengan masuknya investasi lewat kemitraan strategis dengan investor baru, PPK Kemayoran bisa meningkatkan revenue hingga setoran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk negara,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata, PPK Kemayoran tengah membangun enam lapangan padel, dengan empat di antaranya berstandar nasional dan dua lainnya berkelas internasional. Fasilitas olahraga ini diharapkan mampu mendukung perkembangan olahraga di Ibu Kota sekaligus menarik minat investor di sektor sarana olahraga.
Ketertarikan investor asing sudah mulai terlihat. Pada Juli 2025 lalu, sebanyak 16 investor dari China datang untuk menjajaki potensi berinvestasi di sektor hunian dengan konsep mixed use development. Mereka merencanakan pengembangan kawasan residensial yang terintegrasi dengan area komersial, sekolah, hingga rumah sakit.
Baca Juga
PPK Kemayoran Dorong Pertumbuhan Bisnis Kuliner di Kawasan Kemayoran
Sementara itu, investor lokal pun menunjukkan minat untuk mengembangkan fasilitas olahraga yang dapat digunakan sebagai pusat latihan klub sepak bola Persija. Fasilitas ini disebut tidak akan menyaingi Stadion JIS karena diperuntukkan bagi pengembangan olahraga sepak bola di lingkup Provinsi Jakarta.
Teddy menyebutkan bahwa pada tahun lalu PPK Kemayoran berhasil menyetorkan sekitar Rp250 miliar ke kas negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sebagai BLU, PPK Kemayoran secara konsisten menyetorkan 80% dari laba tahunannya kepada negara. Harapannya, dengan tambahan investasi, kontribusi PNBP dapat meningkat menjadi sekitar Rp300 miliar pada tahun berikutnya.
“Jakarta diharapkan bisa kembali menjadi pusat kegiatan komersial, bisnis, hingga olahraga. Dengan adanya pengembangan kawasan ini, berbagai kegiatan eksibisi yang sempat bergeser ke luar kota diharapkan kembali lagi ke Jakarta, sehingga mampu meningkatkan perekonomian lokal sekaligus menambah kas negara, termasuk dalam bentuk PAD untuk kota Jakarta,” tambah Teddy.
PPK Kemayoran menegaskan bahwa kawasan ini memiliki daya tarik tinggi berkat lokasi strategis di jantung Jakarta, status lahan yang jelas, serta infrastruktur yang siap pakai. Didukung oleh rencana pengembangan fasilitas publik, integrasi transportasi massal, dan tata ruang yang ramah pejalan kaki, Kemayoran diyakini akan menjadi destinasi investasi unggulan yang mampu mendukung transformasi Jakarta sebagai pusat bisnis internasional.

