Isu Okupansi Mal Rendah, Paradise Indonesia Tetap Optimistis dengan Mal Baru
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony Prabowo Susilo optimistis tingkat okupansi mal yang dikembangkan Paradise Indonesia dapat terus meningkat. Seperti dua proyek sedang berlangsung tahapan konstruksi yaitu 23 Paskal Extension Bandung yang telah terjual 100%. Sedangkan, 23Semarang telah memiliki tingkat okupansi 30%.
“Kalau Bandung kan karena memang kecil, sudah 100 persen terjual. Untuk Semarang kita masih ada waktu 2 tahun, tapi sekarang kira-kira sudah 30 persen (terjual) dan mungkin dalam tidak lama lagi sudah sampai 50-60 persen,” ungkap Anthony dalam acara Press Conference Paparan Bisnis 2024 PARADISE INDONESIA, Grand Hyatt Jakarta, Senin (29/01/2024).
Sebelumnya dalam kesempatan berbeda Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai tingkat okupansi atau keterisian pusat perbelanjaan masih rendah. Alphonzuz juga menyebutkan tidak akan mencapai target yang diharapkan, sebesar 90%.
Baca Juga
Berikutnya Anthony menjelaskan, pembangunan mal khususnya di Bandung yang diinisiasi perseroan selalu berdasarkan oleh demand dari sisi industri retail yang telah menjadi mitranya. Terlebih lagi, 23Paskal telah melewati masa waiting list selama 2,5 tahun.
“Kita tidak membangun dari ahead of demand tapi di belakang demand, karena demand-nya sudah 15.000 leasable area namun kami hanya membangun 8.000 leasable area,” paparnya.
Pihak Paradise Indonesia sendiri memaparkan bahwa area komersial telah berkontribusi sebesar 42% pada pendapatan perusahaan, sedangkan perhotelan 43%, dan penjualan properti sebesar 14%. Sementara itu, porsi recurring revenue dari Paradise Indonesia disebutkan sebesar 85% year-on-year(yoy).

