Kenaikan PPN Tak Pengaruhi Okupansi, Indonesia Paradise (INPP) Incar Pendapatan dari Segmen Perhotelan Naik 14%
JAKARTA, investortrust.id - Emiten perhotelan PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menyatakan bahwa kenaikan PPN tidak akan berdampak langsung pada tingkat okupansi hotel maupun daya beli pelanggan perseroan. Kenaikan PPN diproyeksikan tidak mempengaruhi pendapatan maupun marjin keuntungan perseroan.
“Perseroan melihat kebijakan kenaikan PPN menjadi 12% sebagai langkah pemerintah dalam memperkuat penerimaan negara,” ujar Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) Surina saat dihubungi investortrust.id, baru-baru ini.
Perseroan optimis bahwa kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan pada kinerja, khususnya untuk pelanggan korporat dan wisatawan, mengingat kebijakan ini berlaku nasional.
Baca Juga
Laba Melesat 121%, Paradise Property (INPP) Optimistis Target 2024 Terealisasi
Walaupun demikian, untuk mengantisipasi potensi penurunan pada segmen tertentu, seperti sektor pemerintah, perseroan akan fokus dalam meningkatkan pengalaman pelanggan. Perseroan juga akan terus memaksimalkan fasilitas dan layanan, mengembangkan ruang pertemuan dan fasilitas tambahan untuk menarik pelanggan dari berbagai segmen. Serta menetapkan strategi penetapan tarif berdasarkan pencapaian kinerja, sambil menjaga daya tarik pasar.
“Dengan langkah-langkah ini, perseroan yakin dapat terus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” terang Surina.
Baca Juga
Indonesian Paradise (INPP) Optimistis Catat Kinerja Positif Akhir Tahun Ini
Untuk tahun 2025, pendapatan dari segmen perhotelan ditargetkan bertumbuh sekitar 14%. Tantangan yang mungkin muncul terkait potensi dampak pada sektor booking dari pemerintah akan diantisipasi melalui diversifikasi strategi bisnis.
Sebagai informasi, hingga kuartal III-2024, segmen perhotelan INPP mencatatkan pendapatan Rp 424,4 miliar atau naik 24,1% year on year (yoy). Realisasi ini berkontribusi 48,3% dari total pendapatan total perusahaan sebesar Rp 878,1 miliar.
Dalam segmen perhotelan, total tingkat okupansi Paradise Indonesia mencapai 71,9%. Perseroan yakin masih akan ada peningkatan tingkat hunian di bisnis perhotelan, sebagai efek dari musim libur panjang Natal dan tahun baru.

