Indonesian Paradise Property (INPP) Optimistis Pendapatan Naik 20%
JAKARTA, investortrust.id – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) optimistis meraup pendapatan Rp 1,14 triliun sampai Desember 2023. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di sektor komersial, perhotelan, dan penjualan properti ini menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 20% (yoy) tahun ini.
Bila dibandingkan total pendapatan setahun penuh pada 2022 yang sebesar Rp 995,54 miliar, target tersebut menggambarkan pertumbuhan pendapatan sekitar Rp 191 miliar sehingga sepanjang 2023 diperkirakan bisa mencapai Rp 1,14 triliun.
Presiden Direktur INPP Anthony P Susilo menjelaskan, target tersebut berlandaskan kinerja perusahaan yang kuat sepanjang 2023 dan prospek positif tahun depan. Berdasarkan Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023/2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di kisaran 5% pada 2024, cukup tinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik.
Manajemen juga memprediksi konsumen akan memprioritaskan pengeluaran mereka untuk pariwisata dan bepergian pasca-pandemi. Bisnis ritel di Indonesia juga diperkirakan tumbuh lebih kuat pada 2024.
Ketua Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) itumemperkirakan, pertumbuhan bisnis ritel sebesar 4-4,3% pada 2024 meskipun ada tantangan dari pemilu mendatang.
“Berbagai faktor tersebut menunjukkan kemungkinan besar INPP mencapai pertumbuhan positif tahun 2024,” kata Anthony, Senin (11/12/2023).
Menurut dia, sejauh ini, tahun 2023 telah menjadi tahun yang sangat baik bagi perusahaan, dengan peningkatan 42% dalam pendapatan berulang Indonesian Paradise Property.
“Kami optimistis melaporkan bahwa kami tetap on track dengan target 2023. Pertumbuhan yang kuat pada sembilan bulan pertama tahun ini dapat dikaitkan dengan pemulihan yang kuat di sektor perhotelan dan komersial, terutama sebagian besar aset strategis kami yang terletak di Bali, yaitu tujuan utama wisatawan,” papar Anthony.
Dia menambahkan, penjualan properti telah menunjukkan peningkatan tiga kali lipat. Ke depan, manajemen yakin prospek untuk kuartal IV-2023 akan terus positif, terutama selama musim liburan Natal dan tahun baru (Nataru) sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas perhotelan dan komersial.
INPP hadir di Indonesia selama 21 tahun terakhir, setelah membangun berbagai destinasi gaya hidup komersial, residensial, dan perhotelan yang ikonik. Sebut saja seperti Plaza Indonesia di Jakarta, Beachwalk Shopping Center di Bali, dan 23 Paskal Shopping Center di Bandung.
Sepanjang tahun ini, INPP telah menyelesaikan pembangunan Antasari Place pada Mei 2023, dengan serah terima (handover) dijadwalkan selesai pada 2024. Kemudian, Hyatt Place di Makassar yang berfokus pada sektor perhotelan, diperkirakan selesai pada kuartal IV-2023.
Selain itu, beberapa proyek menarik lainnya yang sedang berjalan, seperti proyek perluasan 23 Paskal Bandung dan proyek 23 Semarang, diprediksi rampung pada 2025.
“INPP memiliki keunikan dibandingkan pengembang lain karena kemampuannya dalam menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) yang membuat mereka lebih fleksibel dalam merespons perubahan suku bunga. Sekaligus fluktuasi lain yang biasanya menjadi momok bagi perusahaan pengembang,” pungkas Anthony. (CR-10)

