Indonesian Paradise Property (INPP) Bidik Pendapatan Berulang di Atas 70%
JAKARTA, investortrust.id – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) membidik pendapatan berulang (recurring income) di atas 70% sampai akhir 2025. Emiten di bidang perhotelan, komersial, dan penjualan properti ini mengaku optimistis bisa mempertahankannya didukung portofolio bisnisnya.
Target tersebut, dilatarbelakangi oleh tantangan industri properti, terutama perhotelan dan komersial yang mengalami tekanan akibat efisiensi pemerintah maupun penurunan daya beli. “Hingga Maret 2025, recurring income Paradise Indonesia berkontribusi sekitar 91% dari total pendapatan perusahaan,” jelas Direktur Utama Indonesian Paradise Property Anthony P. Susilo, Jumat (25/7/2025).
Baca Juga
Kredit BNI (BBNI) Tumbuh 7,1% Jadi Rp 778,7 Triliun di Paruh Pertama 2025
Paradise Indonesia (INPP) yang dikenal dengan konsep properti ikonik lifestyle berfokus pada pengembangan mixed-use property. Perseroan menjalankan berbagai strategi untuk mempertahankan recurring income.
Hal itu dilakukan dengan menjaga okupansi perhotelan di atas angka 70% dan mempertahankan penyewa yang sudah ada (existing tenant) di properti komersial. Kemudian INPP mendiversifikasi pendapatan dengan memaksimalkan layanan perhotelan termasuk ruang pertemuan, serta sinergi dengan hotel dan area komersial di kawasan yang sama agar terjadi integrasi dan peningkatan kunjungan.
Manajemen juga melihat adanya perubahan tren di pasar, yakni kalangan muda khususnya generasi milenial cenderung berinvestasi dengan membeli hunian seperti apartemen di pusat kota untuk disewakan. Sedangkan generasi Z lebih memilih menyewa hunian.
Baca Juga
Riset Colliers mencatat permintaan sewa hunian pada 2025 meningkat signifikan, didorong preferensi kalangan muda untuk tinggal di pusat kota dan mobilitas tinggi yang membuat mereka memilih fleksibilitas sewa. Perusahaan melihat tren ini sebagai salah satu peluang pertumbuhan yang potensial untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan properti maupun recurring income kedepannya.
Oleh karena itu, Paradise Indonesia bekerja sama dengan operator hunian apartemen agar dapat membantu pembeli unit untuk dapat menyewakan unitnya ke calon pelanggan sehingga dapat menghasilkan pemasukan atas investasinya. “Kami mengantisipasi kebutuhan dan permintaan dari generasi konsumen properti selanjutnya yaitu kalangan muda. Kemampuan untuk membaca dan mengambil langkah-langkah strategis ini adalah salah satu kunci keberhasilan kami selama ini di industri properti,” jelas Anthony.
Berbeda dengan banyak pengembang baru yang fokus pada proyek hunian tapak (landed) di pinggir kota, Paradise Indonesia tetap mengembangkan properti high-rise dan mixed-use di pusat kota.
Baca Juga
Naik 6,6%, Metrodata (MTDL) Cetak Laba Segini di Semester I-2025
Saat ini, Paradise Indonesia tengah menyelesaikan proyek Antasari Place Tower 1 yang dilengkapi serviced apartment Citadines, dengan target penyelesaian pada September 2025.
Proyek Antasari Place yang menggabungkan ritel, serviced apartment, bersama dengan proyek 23 Paskal Extension di Bandung yang akan selesai pada semester kedua tahun ini, diharapkan dapat meningkatkan porsi recurring income perusahaan. Selain itu, Paradise Indonesia juga bersiap mengembangkan proyek terbaru di Balikpapan sebagai portofolio tambahan,” tutup Anthony.

