Pelindo Berhasil Boyong 3 Penghargaan di CSR Awards 2024, Ini 2 Program CSR Unggulannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus pada ajang CSR Awards 2024 yang digelar oleh PT Investortrust Indonesia Sejahtera bekerja sama dengan Bumi Global Karbon (BGK) Foundation, Kamis (24/10/2024) malam.
Tiga penghargaan yang diraih Pelindo, yaitu kategori Investment Impact Measurement Leaders Award, SROI Excellence Award, dan Most Impactful Program - Prosperity.
Baca Juga
Department Head Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Febrianto Zenny mengatakan, penghargaan ini dapat dijadikan motivasi Pelindo untuk terus melaksanakan program-program CSR.
"Jadi kami jadi semakin termotivasi untuk mengimprove diri kami melaksanakan program yang jauh lebih baik lagi ke depan," ungkapnya saat menerima penghargaan di Hotel Aryaduta, Jakarta.
Febrianto pun menjelaskan sejumlah program CSR yang menjadi unggulan Pelindo, yakni pertama adalah program bernama Gedor Ekspor. Melalui program itu, perusahaan BUMN ini bisa mendorong bisnis UMKM dalam negeri untuk memiliki kesempatan memasarkan produknya.
Baca Juga
CEO Investortrust Sebut Potensi CSR Masih Besar untuk Beri Dampak Positif Masyarakat
"Kami mendorong UMKM diberikan pelatihan, dibantu modal, dibantu peralatan usaha supaya kapasitasnya besar dan kami carikan pasar di luar. Sehingga ketika dia ekspor, ekspornya akan lewat pelabuhan, akan ada traffic masuk ke pelabuhan, itu berarti pendapatan buat Pelindo," paparnya.
Program kedua adalah melakukan pembinaan atau pemberdayaan desa Penglipuran, Bali. program yang berjalan sejak 2017 itu berhasil membuat desa Penglipuran meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik dunia versi The United Nation World Tourism Organization (UNWTO).
Baca Juga
Pengamat Sarankan Program MBG Didorong dengan CSR Perusahaan
Di desa Penglipuran tersebut, Pelindo mengembangkan konsep port tourism, yakni pelabuhan kapal pesiar yang memiliki sejumlah atraksi-atraksi untuk menarik wisatawan di sana, sehingga kapal-kapal yang berhenti di pelabuhan itu bersandar dalam waktu yang lama.
"Karena penumpangnya akan punya banyak aktiviti yang harus dihabiskan di Bali, sehingga itu menaikkan pendapatan perusahaan, jadi CSR kami berdampak langsung ke bisnis," terang Febrianto.

