Ekspor Udang Indonesia Anjlok 13,6%. Ternyata Karena Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatatkan penurunan ekspor komoditas udang Indonesia sebesar 13,6% pada periode Januari hingga Juni 2024, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Budi Sulistiyo menyebutkan, penurunan ekspor udang paling besar terjadi pada pasar Amerika Serikat, yakni turun sebesar 15,8% secara tahunan atau year on year (yoy).
"Penurunan ekspor terjadi di pasar Amerika Serikat 15,8% yang merupakan pasar utama udang Indonesia. Sebanyak 63,1% total ekspor udang Indonesia ditujukan ke Amerika Serikat," ucap Budi dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2024).
Baca Juga
Penurunan ekspor udang Indonesia juga tak hanya terjadi di pasar Amerika Serikat, melainkan negara tujuan ekspor lainnya. Di antaranya, Jepang yang mengalami penurunan sebesar 8,3% dengan nilai ekspor US$ 137,94 juta secara year on year (yoy).
"Tiongkok mengalami penurunan menjadi US$ 42,33 juta dengan share 5,6% atau turun 24,4%, Uni Eropa nilai ekspor naik menjadi US$ 21,82 juta dengan share 2,9% dan secara yoy naik 2,1%, untuk Asean US$ 20,16 juta dengan pangsa pasar 2,7% secara yoy turun 29,3%," ungkapnya.
Baca Juga
Ekspor Produk Perikanan Capai US$ 2,71 Miliar, Udang dan Tuna Primadona
Sementara itu, untuk perkembangan ekspor udang pada periode Januari hingga Juni 2024 adalah US$ 760 juta. Adapun untuk volume ekspor selama Januari hingga Juni 2024 sebanyak 98,51 ribu ton atau turun 10,8% secara year on year (yoy).
"Ekspor udang Indonesia masih didominasi dalam bentuk beku 63,7%, dan selebihnya diawetkan 31,9% dan segar dingin 4,4%," tandas Budi.

