Kasus Udang Terpapar Radioaktif Dipastikan Tak Ganggu Kinerja Ekspor ke AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, merespons terkait sempat ramainya udang asal Indonesia yang terpapar radioaktif Cesium-137.
Trenggono mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah intens membuka pembicaraan dengan US FDA, semacam BPOM-nya AS terkait hal tersebut. Ia memastikan sejauh ini, tidak menemukan adanya keluhan dari pihak Amerika Serikat (AS).
Bahkan ia menyebut kasus ini tidak mempengaruhi kinerja ekspor komoditas udang asal Indonesia ke pasar AS.
“Intinya kita harus meyakinkan bahwa udang yang dikirim ke sana itu betul-betul sudah terkontrol, tidak mengandung radioaktif dan sebagainya,” kata Trenggono ditemui di sela-sela agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat (10/10/2025).
Ketika dikonfirmasi perihal kaitannya terhadap proses negosiasi tarif perdagangan dengan AS, Trenggono pun membantah hal itu.
“Tidak ada hubungannya, ini kan soal kontaminasi (udang),” jawabnya.
Baca Juga
Satgas Pastikan 29 Kontainer Udang Dinyatakan Aman dari Kontaminasi Cs-137
Sebelumnya Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 (Cs-137) memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam memastikan keamanan produk ekspor, perlindungan masyarakat, serta pengendalian sumber kontaminasi di dalam negeri.
Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas, Bara Krishna Hasibuan, menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen menuntaskan masalah paparan zat radioaktif Cesium-137 terhadap udang Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat (AS) dengan cepat, transparan, dan ilmiah.
“Langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga kepercayaan mitra dagang internasional terhadap produk Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2025).
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas mengungkapkan udang beku milik PT BMS aman dikonsumsi. Udang beku milik PT BMS ditolak masuk Amerika Serikat (AS) dan dikembalikan ke Tanah Air lantaran diduga terpapar zat radioaktif berjenis Cesium-137.
Zulhas menjelaskan, terdapat sejumlah udang beku yang memiliki kandungan di bawah ambang batas dari standar yang ditetapkan, yakni kandungan zat radioaktif di bawah 500. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, udang yang dikembalikan hanya memiliki kandungan sekitar 68.
"(ambang batas) Kita juga punya standar 500, kalau Amerika itu 1.200, kita 500. Yang sudah kembali ada beberapa yang hanya minimun 68, jadi yang itu jelas silakan boleh dimakan, kita (ambang batas kandungan) 500, ini 68," ucapnya di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

