Kemenperin Terapkan Beragam Strategi Dorong IKM Hadapi Tantangan Industri hingga Daya Beli Rendah
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah melakukan sejumlah upaya yang untuk menciptakan industri kecil menengah (IKM) yang berdaya saing dan bertahan di tengah tantangan akibat penurunan daya beli lemah hingga kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyebutkan, pelaku usaha IKM mudah diminta untuk bisa beradaptasi dalam berbagai macam tantangan dan bertahan di tengah masalah global, seperti ketika pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu.
"Ke depan harapan kita, IKM buka bisnisnya bisa sisihkan untuk beli bahan baku jangan sampai begitu order baru beli bahan baku. karena bahan baku kalau ada, sementara ada order," ucap Reni di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Baca Juga
Kemenperin Bakal Masukkan Game Lokal Sebagai Komponen TKDN Ponsel
Oleh sebab itu, Reni ingin, adanya pelatihan kepada para pengusaha IKM untuk bisa mengatur keuangan bisnisnya melalui pembinaan. Sehingga ketika industri mengalami sejumlah tekanan, maka pelaku usaha mampu bertahan karena memiliki tabungan.
"Ke depan mendidik keuangan bisnis administrasi tujuannya supaya IKM jangan tertatih-tatih dulu begitu order abis aja buat bahan baku, siasat kami bangun material center supaya ada penjaminan bahan baku," ungkapnya.
"Makanya pembinaan IKM melalui sentra karena di sentra ada yang kelola, bahan baku ada kepastian setelah hasilkan dijual di sentra itu juga bahkan beberapa provinsi beli di toko sehingga IKM ada uang cukup terus dididik untuk yang punya tabungan," tandas Reni.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri alas kaki Indonesia khususnya para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dapat terus tumbuh dan berkembang. Pasalnya, industri ini merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.
Baca Juga
Kemenperin Sebut Jumlah Tenaga Kerja Industri Tekstil Turun 7,5%
Merujuk data BPS yang diolah Kemenperin, kinerja ekspor industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sepanjang tahun 2023 mencapai US$ 7,56 miliar. Adapun pada periode Januari-Februari 2024 menembus angka US$ 1,29 miliar, atau meningkat sebesar 3,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
“Pelaku IKM alas kaki nasional memiliki potensi pasar yang besar. Untuk dapat memanfaatkannya, pelaku IKM perlu menempa diri dalam mengembangkan bisnis yang inovatif dan berkelanjutan,” ucap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dalam keterangannya, Senin (5/8/2024).

