Hadapi Tantangan Industri Bioenergi, Pemerintah Terapkan Strategi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Plt Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan tantangan yang muncul di industri bioenergi harus segera diatasi guna mewujudkan Net Zero Emission 2060.
Dia menyebutkan, tantangan yang cukup kompleks sering kali memerlukan pendekatan yang terpadu dan solusi yang inovatif serta berkelanjutan. Tantangan itu sendiri datang dari berbagai aspek seperti kebijakan, teknologi, ekonomi, hingga infrastruktur.
Baca Juga
Pengendali Berubah, Saham Ketrosden (KETR) Tender Wajib di Level Rp 240
“Guna mengatasi tantangan dalam pengembangan bioenergi tersebut diperlukan pendekatan terpadu, melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah, industri, akademisi, dan NGO masyarakat,” kata Jisman dalam Seminar Tantangan Industri Bioenergi, Selasa (27/2/2024).
Selain itu, Jisman menyampaikan, guna mengeksplorasi peluang dan potensi yang belum tergarap sepenuhnya dalam industri bioenergi. Inovasi teknologi, pengembangan pasar, kemitraan strategi investasi yang masif dalam rangka kebijakan yang kondusif adalah beberapa bidang yang dapat menjadi potensi besar untuk pertumbuhan dan perkembangan industri bioenergi di masa depan.
“Kita perlu mencari dan mengembangkan sumber bioenergi alternatif yang berkelanjutan, dan tidak bersaing dengan produksi pangan seperti limbah pertanian, sampah kota, dan tanaman khusus energi, dan tanaman lain di mana sawit dapat menjadi benchmark sebagai komoditas yang mempunyai produktivitas tinggi dan harganya cukup terjangkau,” jelas dia.
Perihal keterbatasan lahan, menurut Jisman dapat diatasi dengan memanfaatkan energy crops dan juga inovasi peningkatan produktivitas melalui rekayasa genetika dan replanting. “Para pelaku usaha dan akademisi perlu melakukan penelitian dan pengembangan affordable teknologi dalam produksi, konversi, dan penggunaan bioenergi,” sebut Jisman.
Baca Juga
OIKN Patok Target Net Zero Emission di 2045, Ini Skenarionya
Sementara itu terkait dengan keterbatasan infrastruktur menurutnya dapat diatasi dengan melibatkan BUMN dan swasta untuk berinvestasi, termasuk melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Selain itu, prinsip-prinsip keberlanjutan dalam produksi pemanfaatan bioenergi juga perlu segera diterapkan seperti yang saat ini dilakukan melalui penyusunan regulasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), termasuk untuk produk biodiesel yang mencakup sisi hulu sampai hilir.
“Kolaborasi lintas sektornya dan sinergi antar pemerintah Industri akademisi dan masyarakat sipil akan menjadi kunci kesuksesan kita dalam mencapai tujuan bersama,” terang Jisman.

