Kemenperin Dorong IKM dan Industri Pangan Besar Terlibat Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri kecil dan menengah (IKM) dan industri besar di sektor pangan untuk terlibat pada program makan bergizi gratis (MBG) pemerintahan Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, IKM di bidang pangan memproduksi berbagai macam jenis produk-produk yang bisa digunakan untuk menggantikan beras pada program MBG.
Baca Juga
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 0,1%
Dia menjelaskan, komoditas pengganti beras yang diolah IKM di antaranya adalah porang, shirataki, hingga papeda. Selain itu, adapula tepung-tepungan yang berbahan dasar ubi-ubian dan mocaf yang berasal dari singkong.
"Kami berharap ini bisa sebagai alternatif untuk pemerintah daerah ataupun pemerintah kota untuk mengalokasikan MBG ini dengan menu yang tak hanya mengandalkan sumber karbohidrat nasi," ucapnya pada acara Business Matching IKM Pangan dan Industri Besar di Kemenperin, Senin (16/12/2024).
"Jadi bisa diganti mungkin dari 30 hari diganti 4 harinya, seminggu sekali ada makannya mie sirataki mungkin ya, dari porang gitu ya, atau mungkin kita campur nih dengan palas (jenis beras)," imbuh Reni.
Baca Juga
Wamenkeu: Prioritas Pemerintah Hilirisasi, MBG, Ketahanan Pangan dan Energi
Lebih lanjut, Reni menyebutkan, Indonesia memiliki banyak komoditas yang bisa dijadikan sebagai bahan baku produk makanan yang mengandung karbohidrat. Sehingga, menurut anak buah Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita ini seharusnya kekayaan yang dimiliki Indonesia dapat mengurangi impor bahan baku karbohidrat.
"Jadi harapannya memang pasokan ataupun bahan baku yang dibutuhkan ataupun bahan antara ataupun intermedia yang dibutuhkan industri besar bisa dipasok oleh industri kecil menengah," terangnya.

