Baru 84 IKM Otomotif Bermitra dengan Industri Besar, Kemenperin Ungkap Kendalanya
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dini Hanggandari mencatat ada sebanyak 84 Industri Kecil dan Menengah (IKM) di sektor otomotif yang sudah bermitra dengan industri besar sejak 2017.
"Dari 2017 sampai sekarang baru ada 84 IKM bermitra dengan industri besar,” ucap Dini di acara Media Briefing Kadin Indonesia IKM Closed Loop di Gedung Kadin, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga
Percepat Insentif Mobil Hybrid, Kembangkan Industri Otomotif Nasional
Dini pun mengungkapkan kalau pertumbuhan jumlah IKM sektor otomotif yang bisa bermitra dengan industri besar sempat mengalami sejumlah kendala. Salah satunya adalah industri besar yang sempat menutup diri untuk bekerja sama dengan IKM.
"Kesulitannya ya itu, industri besar dulunya menutup diri dengan para IKM. Namun kita selalu berusaha, sekarang alhamdulillah mereka sudah mulai menerima IKM," tambahnya.
Lebih lanjut, Dini menyatakan Kemenperin terus memperbaiki kualitas dan inovasi dari para pelaku IKM agar bisa diterima hingga berhasil bermitra dengan industri besar otomotif.
Baca Juga
"Agar dapat menembus, sesuai standar yang diminta industri besar, seperti misalnya mereka bilang 'mesin kita jadul ketinggalan zaman', kita dari Kemenperin punya program restrukturisasi," tandas Dini.
Mengacu data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahun 2023, jumlah IKM bertumbuh hingga mencapai 4,4 juta unit usaha atau setara dengan 99,7% dari total unit usaha industri di Indonesia. Sektor IKM juga telah menyerap tenaga kerja hingga 12,39 juta orang atau 66,25% dari total tenaga kerja di sektor industri. (CR-9)

