Kadin Sebut 32 IKM Otomotif Bermitra dengan Industri Besar Senilai Rp 105 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Yayasan Dharma Bhakti Astra menggelar program ‘IKM Closed Loop’ sejak 2022.
Gerakan kemitraan inklusif untuk ‘IKM Naik Kelas’ ini diselenggarakan guna meningkatkan kapasitas, peluang serta akses pasar dan pembiayaan bagi IKM, khususnya sektor industri alat angkut atau otomotif.
Wakil Ketua Umum Perindustrian Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar, mengatakan program ‘IKM Closed Loop’ bukan hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga membantu peserta untuk mendapatkan dukungan pembiayaan.
Baca Juga
Emiten Pelayaran (NELY) Tabur Dividen Interim Rp 35,25 Miliar, Ini Tanggal Pentingnya
“Saat ini ada 32 IKM yang telah menandatangani MoU dan mendapat purchase order sebesar Rp 105 miliar dengan para tier 1 di bawah naungan PT Astra International," ucap Bobby saat ditemui di Gedung Kadin, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2023).
"Ada 5 lembaga pembiayaan baik bank maupun non-bank diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Sinarmas, Astra Ventura, dan Surya Artha Nusantara Finance. Lembaga ini memberikan akad kredit kepada 10 IKM yang mendukung program ‘IKM Naik Kelas’," sambungnya.
Gerakan kemitraan inklusif untuk ‘IKM Naik Kelas’ ini akan berlanjut di tahun 2024 dan tidak sebatas pada program ‘IKM Closed Loop’, tetapi juga dengan mengelarIKM Innovation Award. Ajang penghargaan terhadap IKM yang melakukan inovasi terbaik ini terbuka bagi seluruh IKM di sektor alat angkut.
Baca Juga
Bakal Ada Pabrik Baterai, Kadin: Ekosistem Kendaraan Listrik Berkembang di Jawa Barat
Sementara itu, Ketua Komite Tetap Industri Kecil dan Menengah Alat Angkut Kadin Indonesia, Rama Datau, mengatakan program kolaborasi ini merupakan upaya untuk membangun ekosistem IKM yang lebih inklusif.
“Dengan kolaborasi antara Kadin Indonesia, Kementerian Perindustrian, Yayasan Dharma Bhakti Astra, serta lembaga pembiayaan lainnya, kami yakin sektor IKM dapat terus berkembang, naik kelas,” ungkapnya.
“Dan mampu memenuhi tuntutan quality, cost, delivery dari industri besar. Serta dengan terimplementasinya budaya inovasi pada IKM, maka IKM akan mampu untuk terus survive menjawab tantangan ke depan,” tutup Rama Datau. (CR-9)

