Bos Bapanas Waspadai Ancaman Kekeringan di Sentra Produksi Beras
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mewaspadai musim kemarau pada Agustus 2024. Pasalnya, menurut Arief perkiraan cuaca dari BMKG ini akan berdampak pada sebaran peta sentra produksi beras di Tanah Air.
Dalam paparannya, Arief memperlihatkan sejumlah wilayah Indonesia yang akan mengalami curah hujan rendah dengan ditandai warna hitam. Pada gambar terlihat bahwa Pulau Jawa akan terjadi musim kemarau.
"Yang gelap gitu ya artinya curah hujannya sedikit pada saat curah hujan sedikit tempat yang gelap di bulan Agustus," ucap Arief dalam rapat koordinasi inflasi daerah secara daring, Senin (5/8/2024).
Baca Juga
Produksi Beras Diproyeksi Meningkat, Bos Bapanas Waspadai Tren Penurunan Akhir Tahun
Dengan mengantisipasi kekeringan tersebut, Arief meminta seluruh pihak untuk menjaga dan mengandalkan saluran-saluran irigasi di sawah agar produktivitas tetap berjalan meski curah hujan sedang rendah.
"Artinya kita benar-benar mengandalkan saluran irigasi-irigasi teknis jadi saluran yang tadi itu tolong di rawat pendangkalan sedimen tolong kita normalisasi bersama sama," ungkapnya.
"Sehingga nanti seperti yang ada di Jawa Barat kemarin 40.000 hektare (Ha) bisa langsung nanam setelah saluran sekundernya dinormalisasi," tambah mantan Plt Menteri Pertanian (Mentan) ini.
Baca Juga
Kementan Ungkap Kelangkaan Pupuk Subsidi Pemicu Penurunan Produksi Beras 440.000 Ton di 2023
Adapun diketahui, sentra produksi beras terbanyak berasal dari Jawa, yakni sebanyak 17,37 juta ton, kemudian Sumatera sebesar 6,56 juta ton, Sulawesi 4 juta ton. Selanjutnya ada dari Bali dan Nusa Tenggara 1,71 juta ton, dan Kalimantan menyumbang 1,27 juta ton.

