KKP Targetkan Produksi 2 Juta Ton Garam dari Kawasan Sentra Industri di Rote Ndao
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi garam nasional sebesar 2 juta ton per tahun melalui pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Proyeksi ini diharapkan tercapai dari pengelolaan lahan seluas 10.000 hektare.
“Di ekstensifikasi di Rote, target kita sekitar 2 juta ton per tahun dari 10.000 hektare,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Tak hanya itu, KKP juga menargetkan ekstensifikasi atau perluasan lahan tambahan guna meningkatkan total produksi garam nasional menjadi 2,6 juta ton per tahun. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor garam industri yang selama ini mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun.
“Nah, upaya kita semua, baik ekstensifikasi maupun intensifikasi, adalah untuk mengisi kebutuhan industri. Kalau untuk garam konsumsi, sudah terpenuhi,” jelas Koswara.
Baca Juga
Industri Mamin "Teriak", Pemerintah Buka Keran Impor Garam Lagi hingga 2027
Pekerjaan pembangunan K-SIGN di Rote Ndao mencakup beberapa infrastruktur utama, seperti penataan lahan baru (cut and fill), pembangunan jalan produksi, gudang garam nasional, washing plant, serta kompleks perkantoran.
Sementara itu, program intensifikasi lahan juga akan dilaksanakan di beberapa wilayah sentra garam lainnya, yaitu Kabupaten Cirebon, Indramayu, Pati, dan Sabu Raijua. Kegiatan di wilayah ini meliputi revitalisasi saluran sebagai long storage serta pembangunan gudang garam nasional dan gudang garam rakyat.
Adapun progres pembangunan yang telah dicapai hingga saat ini adalah konsolidasi lahan seluas 1.192,57 hektare. KKP menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri ini akan dilanjutkan dengan melibatkan pemerintah daerah guna mempercepat pencapaian target produksi dan swasembada garam nasional.

