RUPTL 2024-2033 Tak Kunjung Terbit, ESDM Ungkap Masalahnya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT PLN (Persero) sejatinya sedang mempersiapkan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2024-2033. Namun, hingga saat ini penyusunan draf RUPTL tersebut tak kunjung selesai.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu mengatakan, saat ini draf RUPTL yang digadang-gadang paling hijau tersebut masih terus dibahas. Ditargetkan draf ini selesai sebelum Oktober 2024.
“Sebelum Oktober. Jadi itu juga sudah diingatkan oleh Pak Menteri (ESDM) ke saya sebelum Oktober, mudah-mudahan ya. Tapi ya, nanti kita lagi intensif ini dengan teman-teman PLN seperti apa,” kata Jisman saat ditemui di kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Baca Juga
Jisman menyampaikan, tantangan yang membuat penyusunan draf ini tak kunjung selesai dikarenakan memerlukan perhitungan yang benar. Pasalnya, penyediaan listrik bukan hanya untuk beberapa tahun ke depan.
“Jadi listrik itu gak bisa kita adakan hanya setahun, dua tahun. Listrik itu kan investasinya tinggi, tentu harus ada pinjaman, belum lagi perizinan-perizinan sedemikian, FS-nya nggak salah lagi. Kemudian sistem apa lagi yang mau kita dorong ini?” papar dia.
Sementara itu, terkait dengan over supply listrik di Pulau Jawa, Jisman menerangkan bahwa itu sudah terserap. Pemerintah disebutnya berharap agar tiga tahun ke depan kondisi masih aman.
Baca Juga
Kementerian ESDM Masih Tunggu Draf Usulan RUPTL 2024-2033 dari PLN
“Kami sih berharap tiga tahun ke depan ini kita masih aman dan segera akan dibangun lagi. RUPTL kan kita lagi siapkan ini supaya bisa lebih mendorong. Tapi lagi-lagi kita harus EBT ya, sudah terlalu panas ya kan, sudah polusi,” ujar Jisman.

